Mata Uang Dunia Melemah Terhadap Dolar AS

Selasa, 22 November 2016 - 16:01 WIB
Mata Uang Dunia Melemah...
Mata Uang Dunia Melemah Terhadap Dolar AS
A A A
JAKARTA - Vice President Corporate Development & Market Research ForexTime Ltd (FXTM) Jameel Ahmad mengatakan, mata uang dunia saat ini sedang berjatuhan di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Beberapa mata uang bahkan terperosok paling dalam sepanjang sejarah seperti yuan.

Jameel menjelaskan, banyak mata uang sudah mencapai titik terendahnya pada tahun ini. Di Asia Tenggara, Malaysia menyentuh batas paling bawah sejak tahun lalu.

"China terendah sepanjang sejarah dan nilai tukar Malaysia, ringgit menyamai seperti titik terendah tahun lalu. Jadi secara umum semua mata uang dunia melemah terhadap dolar," ujarnya di Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Kisah perkasanya nilai tukar USD ini, lanjut Jameel, tidak hanya berdampak terhadap negara berkembang seperti Malaysia. Selain China, negara maju lainnya yang terkena efek parah yakni Inggris. (Baca: Rupiah Diramal Anjlok ke Level Rp14.000/USD Akhir 2016)

"Ini ceritanya tentang dolar AS, bukan hanya mata uang emerging market dan pounds juga terendah. Nilai tukar pounds terendah 30 terakhir, tahun ini saja melemah 30% dan euro terendah 10 tahun terakhir melemah terhadap dolar," katanya.

Sementara bagi Indonesia, dia menyampaikan, tidak perlu khawatir dengan melemahnya rupiah terhadap USD. Sebab masalah tersebut bukan hanya menimpa Indonesia tapi juga negara lain.

"Untuk Indonesia sendiri enggak perlu khawatir karena bukan problem Indonesia tapi semua negara lain karena memang dolarnya yang menguat. Jadi ada untungnya melemah rupiah, ekspor Indonesia lebih kompetitif. Jadi menguatnya dolar bukan masalah Indonesia semata. Minggu lalu, nilai tukar dolar terhadap mata uang dunia tertinggi 15 tahun terakhir, masalah besar bagi AS (kalau terlalu menguat), kita tidak perlu khawatir," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
Dolar AS Masih Tangguh,...
Dolar AS Masih Tangguh, Mata Uang Garuda Diprediksi Rapuh
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi...
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi Jadi Satu Cara Jaga Mata Uang Garuda
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rupiah Tak Bertenaga,...
Rupiah Tak Bertenaga, Hari Ini Berakhir Melemah ke Rp16.786 per Dolar AS
Inflasi Tak Jauh dari...
Inflasi Tak Jauh dari Ekspektasi, Mata Uang Garuda Menguat
Berita Terkini
IHSG Awal Juni Diprediksi...
IHSG Awal Juni Diprediksi Rawan Koreksi, Investor Cermati Data Inflasi hingga Aturan DHE SDA
1 jam yang lalu
Menuju Debat Ketiga,...
Menuju Debat Ketiga, Hashtag SjafrieSAfiekalla Menggema di X
1 jam yang lalu
Paxel Sediakan Lounge...
Paxel Sediakan Lounge Logistik untuk Jastip di PRJ 2026
3 jam yang lalu
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
4 jam yang lalu
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
5 jam yang lalu
Desa Energi Berdikari...
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved