BPK Beri WDP Laporan Keuangan Kementerian ESDM

Rabu, 23 November 2016 - 02:09 WIB
BPK Beri WDP Laporan...
BPK Beri WDP Laporan Keuangan Kementerian ESDM
A A A
JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan predikat penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas laporan pertanggung jawaban keuangan pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun anggaran 2015. Peringkat tersebut menurun dari tahun sebelumnya dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Temuan BPK tersebut diantaranya terdapat 65 jenis temuan, terdiri dari 27 temuan dengan jenis pemeriksaan laporan keuangan Kementerian ESDM tahun 2015. Kemudian 4 temuan dengan pemeriksaan LKPP dan 34 temuan pemeriksaan tertentu.

“Hasil temuan itu beberapa sudah ditindaklanjut dan diselesaikan oleh Kementerian ESDM,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan saat rapat kerja bersama Komisi VII DPR membahas terkait temuan BPK, di Gedung Parlemen Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Menurutnya tindak lanjut laporan keuangan yang sudah diselesaikan oleh Kementerian ESDM di antarnya terkait inkonsistensi perhitungan PPh Migas, inkonsistensi perlakuaan PPN Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi III dan harga jual eceran minyak solar bersubsidi melebihi harga dasar sehingga menguntungkan badan usaha Rp3,19 triliun.

Namun pihaknya mengaku terdapat piutang bukan pajak sebesar Rp33 miliar dan USD206 juta yang tidak dilengkapi dengan sumber dokumen secara rinci. “Selain itu terdapat angka sebesar Rp101 miliar tidak sesuai hasil konfirmasi kepada wajib bayar,” katanya.

Jonan mengaku jika data yang disajikan kepada Komisi VII DPR atas tindaklanjut pertanggungjawaban laporan keuangan sektor ESDM kepada BPK tidak lengkap sehingga pada rapat kerja selanjutnya akan dirinci apa saja tindak lanjut dari hasil temuan BPK di sektor ESDM. “Terkait daftar-daftar aset-aset bermasalah dan tidak terpakai akan kami kirimkan segera,” ucapnya.

Sementara Ketua DPR Komisi VII Gus Irawan Pasaribu meminta kepada pemerintah untuk menyusun secara rinci terkait data-data temuan dari BPK beserta tindak lanjut yang dilakukan oleh Kementerian ESDM. Pasalnya dalam ikhtisar pemeriksaan BPK tahun anggaran 2015 mengalami penurunan.

“Bahkan ada kelebihan pembelian pembayaran dari laporan pertanggungjawaban sebesar Rp14,9 miliar yang tidak jelas dan perlu ditindaklanjuti. Informasikan kepada kami secara tertulis temuan BPK kami tunggu laporan lengkapnya,” tandasnya.

Dia mengatakan bahwa temuan BPK perlu ditindaklanjuti karena untuk mengetahui seberapa jauh efektivitas pengendalian internal ESDM dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang didasarkan pada kepatuhan terhadap aturan Undang-undang (UU).

“Perlu kami tegaskan bahwa laporan keuangan ini menyangkut efektivitas kerja di ESDM dalam menggunakan anggaran,” ujarnya.

Anggota DPR Komisi VII dari Fraksi Nasdem Kurtubi menambahkan, pemerintah perlu menyajikan secara rinci data atas proyek-proyek mangkrak di sektor ESDM. Pasalnya banyak pembangkit listrik mangkrak yang hingga kini laporan kerugian negaranya tidak dilaporkan kepada DPR.

“Saya ingin ini dijelaskan secara rinci kepada kami dampak kerugian yang ditimbulkan dari pemangkit lsitrik yang mangkrak. Banyak rakyat menderita karena pembangkit listriknya mati,” tandas Kurtubi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPK Soroti Pengelolaan...
BPK Soroti Pengelolaan PNBP SDA yang Belum Memadai
BPK Serahkan LHP ke...
BPK Serahkan LHP ke Kementerian ESDM dan LHK, Ini Catatannya
Kementerian PUPR Raih...
Kementerian PUPR Raih WTP, Ini Beberapa Catatan BPK
5 Kementerian/Lembaga...
5 Kementerian/Lembaga Ini Pakai Rekening Pribadi untuk Kelola Dana APBN
KPK Dalami Temuan BPK...
KPK Dalami Temuan BPK soal Dana Mengalir ke Rekening Pribadi di Kementerian
Usut Uang Dugaan Korupsi...
Usut Uang Dugaan Korupsi Dana Tukin di ESDM, KPK Sebut Mengalir ke BPK
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
53 menit yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
10 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
11 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
11 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
11 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
11 jam yang lalu
Infografis
Benarkan AS Beri Ukraina...
Benarkan AS Beri Ukraina Senjata Nuklir untuk Melawan Rusia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved