Presiden Jokowi Minta BUMN Jual Aset Lewat Sekuritisasi

Kamis, 24 November 2016 - 16:44 WIB
Presiden Jokowi Minta...
Presiden Jokowi Minta BUMN Jual Aset Lewat Sekuritisasi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menjual aset yang mereka miliki ke swasta, melalui sistem sekuritisasi. Hal ini demi membiayai proyek infrastruktur yang membutuhkan dana sebesar Rp4.900 triliun hingga 2019.

Dia menerangkan, perusahaan pelat merah sejatinya hanya bertugas sebagai pengelola aset dan bukan menjadi pemilik aset. Sementara selama ini, kata Jokowi, BUMN selalu bertindak sebagai pemilik, sehingga aset yang mereka miliki tidak mendatangkan keuntungan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mencontohkan, proyek jalan tol yang digarap oleh PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Selama ini, BUMN infrastruktur tersebut hanya membangun jalan tol dan tidak memutar keuntungannya dengan menjual jalan tol miliknya kepada swasta. Akibatnya, selama 71 tahun merdeka, Indonesia hanya mampu membangun 840 kilometer (km) jalan tol.

"Karena, kita senang jadi pemilik aset. BUMN kalau sudah bangun, misalnya Jasa Marga bangun tol Jagorawi dan kemudian dimiliki. Mestinya, kalau sudah jadi dari greenfield menjadi groundfield, harus dijual untung," imbuh dia.

Lain halnya jika Jasa Marga membangun jalan tol dan setelah rampung dijual kepada swasta. Maka, mereka akan memiliki anggaran untuk membangun jalan tol dua kali lipat lebih besar di tempat lain.

"Kalau memiliki bangunan, berpuluh tahun kita enggak akan bisa bangun jalan, bangun infrastruktur. Kalau senangnya dapat pemasukan kecil, enggak, bukan itu. Ini pentingnya sekuritisasi," tuturnya.

Jokowi memberikan catatan, sekuritisasi aset yang dimaksud adalah aset tersebut disimpan dalam reksa dana kemudian dijual kepada investor. Sehingga, Jasa Marga tetap masih bisa menjadi pengelola jalan tol tersebut.

"Dan penghasilan jalan tol itu yang diuangkan atau dimonetisasi dalam pasar modal, kita akan cepat pembangunan jalan tol di mana-mana. Biaya logistik jadi lebih murah, harga barang akan lebih murah," ungkap dia.

Dia menambahkan, aset yang akan dijual ke swasta yang sudah menghasilkan cashflow stabil. Jika tidak, maka tidak akan ada swasta yang tertarik untuk membelinya. "BUMN harus jual ambil untung dan uangnya dipakai untuk bangun yang baru," tandas Jokowi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
Sikapi BUMN Sakit, Jokowi:...
Sikapi BUMN Sakit, Jokowi: Tidak Ada Lagi yang Namanya Proteksi
Dicopot dari Jabatan...
Dicopot dari Jabatan Komisaris, Immanuel Ebenezer Akan Tetap Bela Jokowi
Jokowi Restui Pembentukan...
Jokowi Restui Pembentukan Holding BUMN Pangan
Soal Adaptasi Teknologi,...
Soal Adaptasi Teknologi, Jokowi: Tidak Bisa Tidak Kita Ini Balapan
Berita Terkini
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
28 menit yang lalu
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
49 menit yang lalu
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
56 menit yang lalu
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
1 jam yang lalu
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
2 jam yang lalu
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
2 jam yang lalu
Infografis
Jokowi Diminta Tarik...
Jokowi Diminta Tarik Pernyataan soal Presiden Boleh Kampanye
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved