Jokowi Anggap Biasa Pejabat Pajak Ditangkap KPK

Kamis, 24 November 2016 - 17:01 WIB
Jokowi Anggap Biasa...
Jokowi Anggap Biasa Pejabat Pajak Ditangkap KPK
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, hal biasa apabila dalam sebuah organisasi besar seperti Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) terdapat satu atau dua orang yang melakukan kesalahan. Pernyataan tersebut menanggapi insiden tertangkapnya salah seorang pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap.

(Baca Juga: Jokowi Sibuk Urusi Politik, Dana Tax Amnesty Meredup)

Menurutnya yang terpenting saat ini, oknum yang berkhianat tersebut telah dibekuk oleh petugas yang berwajib. Lebih lanjut dia juga menegaskan agar insiden tersebut tidak alagi terulang. "Biasa dalam sebuah organisasi besar seperti Direktorat Jenderal Pajak, di antara berapa ribu orang? Satu yang seperti itu, yang penting dibekuk," terang Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, kasus tersebut harus menjadi yang terakhir. Ke depannya, dia tidak mau lagi mendengar ada kasus korupsi yang melibatkan petugas pajak. "Udah, jangan ada yang main-main lagi. Kalau ada yang main lagi, di gebuk lagi," tegasnya.

(Baca Juga: Jokowi Sebut AS Contek RI Soal Tax Amnesty dan Infrastruktur)

Sebelumnya, ‎Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati angkat bicara soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap anak buahnya yang berinisial HS. Pegawai pajak tersebut diduga menerima suap sebesar Rp1,3 miliar untuk mengurangi beban pajak yang ditanggung oleh pengusaha berinisial MH.

(Baca Juga: Bos Pajak Cemas OTT KPK Pengaruhi Minat Ikut Tax Amnesty)

Mantan gubernur pelaksana Bank Dunia itu mengaku menghargai langkah KPK dalam kasus suap itu. Menurutnya, penyakit korupsi dan ketamakan staf Kementerian Keuangan memang sudah harus diperangi.

"Jadi adanya langkah yang dilakukan oleh KPK, kami menyampaikan kepada seluruh jajaran bahwa Presiden sangat komit untuk memerangi berbagai macam praktek pungli dan korupsi," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, tengah pekan kemarin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penerimaan Pajak Mulai...
Penerimaan Pajak Mulai Mandek Lagi, Jokowi Minta Disiapkan Jurus Baru
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Presiden Joko Widodo...
Presiden Joko Widodo Dianggap Tidak Pro Rakyat Akibat Bayar SPP dan Sembako Dikenakan Pajak, Saksikan Selengkapnya di iNews Siang Sabtu Pukul 11.00 WIB
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
23 menit yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
28 menit yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
39 menit yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
1 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
1 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
1 jam yang lalu
Infografis
Mahasiswi ITB Ditangkap...
Mahasiswi ITB Ditangkap Gara-gara Meme Prabowo dan Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved