Perusahaan Gula India Akan Gandeng Indonesia

Jum'at, 02 Desember 2016 - 02:39 WIB
Perusahaan Gula India...
Perusahaan Gula India Akan Gandeng Indonesia
A A A
DEPOK - Produksi gula di India menjadi salah satu komoditas andalan. Salah satu produsen gula asal Amroha, Uttar Pradesh, India, Brij Sugar Industries Private Limited meningkatkan jumlah produksi gula dengan mengolah 10 ribu kuintal tebu per hari. Perusahaan ini akan terus menggenjot jumlah produksi dengan target 20 ribu kuintal per hari.

Perusahaan ini menggandeng investor Linetrust International Offshore Limited UK di Eropa untuk mendapatkan USD13 juta sebagai utang jangka panjang. Perusahaan ini akan menjadi perusahaan gula pertama yang mendapatkan bantuan keuangan dari lembaga Eropa.

Direktur ATD Financial Services Limited Manoranjan Mohanty mengatakan pertumbuhan ekonomi di India salah satu yang terbesar dari komoditas gula. Produksi tebu yang tinggi akan menunjukkan laba besar pada triwulan terakhir pada Maret 2017. “Produksi akan terus kita tingkatkan hingga tahun depan,” tegasnya dalam konferensi pers di Depok, Kamis (1/12/2016).

Direktur Brij Sugar Industries Private Limited Mahendra Kumar Goel mengatakan, perluasan capex akan membantu produksi perusahaan dan meningkatkan margin pendapatan. “Kami akan dapat bersaing lebih baik dengan perusahaan-perusahaan yang lebih besar karena biaya produksi lebih rendah,” katanya.

Linetrust International telah memberikan dana dengan biaya rendah kepada perusahaan-perusahaan gula di seluruh dunia. Upayanya dengan memberikan sumber dana yang lebih murah kepada sektor manufaktur khususnya gula.

Perluasan produksi akan menggandeng dengan sejumlah negara ASEAN diantaranya negara-negara berkembang, salah satunya Indonesia. Dengan biaya produksi yang rendah, maka ekspansi dapat diwujudkan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-hati, Tuntut Impor...
Hati-hati, Tuntut Impor Raw Sugar Berdalih Kepentingan Petani dan UKM
Dugaan Beking di Balik...
Dugaan Beking di Balik Penimbuhan Ribuan Ton Gula Harus Diusut
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Produksi Masih Kurang,...
Produksi Masih Kurang, Belum Saatnya Naikkan Kualitas Gula
Berita Terkini
Manjakan Nasabah Premium,...
Manjakan Nasabah Premium, BRI dan Visa Luncurkan Kartu Kredit Infinite dengan Fasilitas Kelas Dunia
1 jam yang lalu
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
1 jam yang lalu
Kolaborasi Strategis...
Kolaborasi Strategis Pegadaian dan Pupuk Kaltim: Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas
1 jam yang lalu
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
1 jam yang lalu
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
1 jam yang lalu
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
1 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved