Kenaikan The Fed Pukul Rupiah, Terlemah di ASEAN

Kamis, 15 Desember 2016 - 10:40 WIB
Kenaikan The Fed Pukul...
Kenaikan The Fed Pukul Rupiah, Terlemah di ASEAN
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan di pasar spot, Kamis (15/12/2016) dibuka melemah 0,37% atau 49 poin ke Rp13.342/USD.

Setelah itu, sekitar pukul 10.11 WIB, rupiah di indeks Bloomberg, kembali melemah hingga 0,48% atau 64 poin ke Rp13.358/USD. Rabu kemarin, mata uang NKRI rupiah di indeks Bloomberg, ditutup menguat 0,23% atau 31 poin ke Rp13.294/USD.

Data Yahoo Finance, rupiah pada hari ini terjerembab hingga 0,53% atau 71 poin ke Rp13.363/USD pada pukul 10.17 WIB. Sebelumnya rupiah berakhir di level Rp13.292/USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Kamis ini mematok rupiah di Rp13.367/USD, terdepresiasi 82 poin dari posisi Rp13.285/USD pada Rabu kemarin.

Melansir dari Reuters, Kamis (15/12/2016), kenaikan Federal Reserve untuk pertama kalinya pada tahun ini membuat imbal hasil utang AS jangka pendek melonjak ke level tertinggi sejak 2009, mengirimkan dolar AS ke puncak sejak Januari 2003.

Indeks USD terhadap sekeranjang mata uang utama dunia pun berotot di level 102,62. Hal ini membuat euro jatuh ke level USD1,0468 EUR atau sama dengan kondisi pada Maret 2015. Mata uang George Washington ini juga naik menjadi ¥ 117,86, level tertinggi sejak Februari 2016. Namun penurunan yen menjadi bahan empuk bagi saham Jepang, Nikkei yang berhasil naik 0,3%.

Lunglainya rupiah juga dirasakan mata uang lain di Asia Tenggara, dimana baht Thailand jatuh 0,10%, peso Filipina turun 0,16%, dan ringgit Malaysia anjlok 0,40%. Hanya saja dolar Singapura tetap menguat pada perdagangan Kamis ini, yaitu menguat 0,49%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
Dolar AS Masih Tangguh,...
Dolar AS Masih Tangguh, Mata Uang Garuda Diprediksi Rapuh
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi...
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi Jadi Satu Cara Jaga Mata Uang Garuda
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rupiah Tak Bertenaga,...
Rupiah Tak Bertenaga, Hari Ini Berakhir Melemah ke Rp16.786 per Dolar AS
Inflasi Tak Jauh dari...
Inflasi Tak Jauh dari Ekspektasi, Mata Uang Garuda Menguat
Berita Terkini
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
34 menit yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
10 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
11 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
13 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
14 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
15 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved