Jokowi: Redenominasi Rupiah Butuh Waktu Panjang

Senin, 19 Desember 2016 - 13:21 WIB
Jokowi: Redenominasi...
Jokowi: Redenominasi Rupiah Butuh Waktu Panjang
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, keinginan Bank Indonesia (BI) untuk menyederhanakan jumlah digit pada rupiah (redenominasi) memerlukan waktu panjang. Setidaknya, butuh waktu hingga tujuh tahun untuk mengimplementasikan rencana tersebut.

(Baca: Bos BI Minta Restu Jokowi Sederhanakan Jumlah Digit Rupiah)

Saat ini, BI telah mengajukan Rancangan Undang-undang (RUU) Redenominasi Rupiah kepada parlemen, namun belum terwujud hingga saat ini. Jokowi menuturkan, redenominasi rupiah sedianya harus dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun depan, sehingga rencana tersebut bisa dibahas DPR.

"Redenominasi seharusnya masuk dalam Prolegnas, ternyata kita lihat belum masuk," ujar dia di Gedung BI, Jakarta, Senin (19/12/2016).

Kendati demikian, kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini, pengimplementasian redenominasi butuh waktu lama. Jadi, sekalipun telah diketok DPR namun pada saat implementasinya akan memakan waktu.

"Nanti setelah Prolegnas dan diputuskan di DPR, ini memerlukan waktu tidak pendek. Mungkin tujuh tahunan. Jadi memerlukan waktu yang masih panjang," kata dia.

(Baca: 11 Uang Rupiah Baru Resmi Meluncur di Hari Bela Negara)

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo meminta dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi Uang Rupiah. Dengan redenominasi ini, maka jumlah digit pada rupiah akan disederhanakan seperti Rp1.000 menjadi Rp1.

Dia mengungkapkan, saat ini BI dan parlemen tengah menyusun draf RUU Redenominasi Rupiah. Dengan diredenominasi, maka akan diikuti dengan penyesuaian harga barang serta jasa.

"Kami juga ingin usulkan kepada Presiden, mohon mendukung proses penyelesaian RUU Redenominasi Rupiah. Dengan adanya RUU tersebut, akan dilakukan penyederhanaan jumlah digit redenominasi rupiah serta diikuti penyesuaian harga barang dan jasa," tuturnya dalam kesempatan yang sama.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bos BI Beberkan soal...
Bos BI Beberkan soal Redenominasi Rupiah: Beli Segelas Kopi Bisa dengan Uang Baru Rp25
Lakukan Redenominasi...
Lakukan Redenominasi Saat Ini Bisa Jadi Bumerang buat Ekonomi
Ekonom Indef: Redenominasi...
Ekonom Indef: Redenominasi Rupiah Tidak Tepat Dilakukan Saat Krisis
Camkan! BI Sebut Peluncuran...
Camkan! BI Sebut Peluncuran Uang Baru Bukan Kebijakan Redenominasi
Tiga Angka Nol Rupiah...
Tiga Angka Nol Rupiah Versi Baru Hilang, Sinyal Redenominasi Dimulai?
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
19 menit yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
1 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
11 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
11 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
13 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
13 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved