Camkan! BI Sebut Peluncuran Uang Baru Bukan Kebijakan Redenominasi

Selasa, 18 Agustus 2020 - 14:41 WIB
loading...
Camkan! BI Sebut Peluncuran...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Desain uang kertas pecahan Rp75.000 memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan nominal lainnya. Pasalnya, tiga angka nol dalam uang pecahan baru ini yang tercetak sangat kecil dibandingkan dengan angka 75. Keunikan itu lantas membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah peluncuran ini merupakan rencana pemerintah untuk melakukan redenominasi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi memastikan, penerbitan uang kertas itu tak termasuk ke dalam rencana redenominasi. Ukuran angka nol yang kecil itu merupakan desain tersendiri dari nominal uang tersebut.

“ini berbeda tujuannya. Ini bagian rencana tahun 2020 dari pencetakan uang Rp75 ribu,” kata Rosmaya saat konferensi pers secara virtual, Senin (18/8/2020). ( Baca juga:Cetak Uang Dianggap Lebih Tepat Dibanding Bikin Utang )

Dia menyatakan, pihak BI belum saatnya untuk menerapkan redenominasi, karena kurang pas dengan kondisi perekonomian sekarang. Redenominasi baru akan dilakukan jika perekonomian sudah mulai pulih.

“Kemudian tentu saja kita akan berlakukan saat perekonomian yang pas, jadi ada step-step lagi,” ujarnya.

Sebagai informasi, redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Pada waktu terjadi inflasi, jumlah satuan moneter yang sama perlahan-lahan memiliki daya beli yang semakin melemah. Dengan kata lain, harga produk dan jasa harus dituliskan dengan jumlah yang lebih besar.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Berita Terkini
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved