Wall Street Ditutup Memperpanjang Tren Positif
Selasa, 20 Desember 2016 - 08:00 WIB
Wall Street Ditutup Memperpanjang Tren Positif
A
A
A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup memperpanjang kenaikan baru-baru ini, namun tidak setinggi sesi sebelumnya setelah beberapa orang tewas akibat sebuah truk menabrak di pasar Natal di Berlin, Jerman.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/12/2016), Indeks Dow Jones industrial average naik 39,65 poin atau 0,20% menjadi 19.883,06, Indeks S & P 500 berakhir menguat 0,20% ke level 2.262,53, dan Indeks Nasdaq bertambah 0,37% ke level 5.457,44.
Ketiga indeks AS utama berakhir lebih tinggi tetapi kehilangan dari posisi tertingginya setelah polisi Jerman mengatakan sebuah truk menabrak pasar Natal yang cukup ramai di Berlin, menewaskan sembilan orang dan melukai hingga 50 orang lain.
Selain itu, investor AS menyebutkan ada masalah global yang potensial setelah Duta Besar Rusia untuk Turki ditembak mati di Ankara. "Pasar ingin memastikan apakah ini insiden yang terisolasi. Apakah ini akan mengganggu kegiatan ekonomi hanya dalam wilayah ini atau itu akan merambah wilayah lain yang lebih luas dan untuk berapa lama?" kata John Canally, ahli strategi ekonomi utama untuk LPL Financial.
Sejtor teknologi di Indeks S & P naik 0,61% dengan saham Microsoft, Intel, Apple dan Amazon.com mengangkat Nasdaq Composite ke posisi rekor tinggi pada penutupan Selasa lalu. Saham AS telah menguat sejak pemilihan presiden 8 November, dengan S & P naik hampir 6%.
Indeks Dow Jones Industrial Average kurang dari 1% dari 20.000. "Trump reli masih bersama kita. Setiap kali sesuatu yang turun selama dua hari, orang melompat di atasnya. Orang-orang mencari kesempatan membeli," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.
Namun, beberapa investor memperingatkan bahwa ketidakpastian seputar kebijakan Trump dan ketidakpastian apakah mereka disetujui oleh Kongres bisa menimbulkan risiko besar untuk harga saham saat ini.
Saham Microsoft (MSFT.O) kemarin naik 2,12%, Amazon.com (AMZN.O) naik 1,09%, Intel naik 1,60% dan Apple (AAPL.O) naik 0,58%. Keempatnya memberikan dorongan terbesar ke Nasdaq dan S & P 500.
Begitu juga dengan saham United Technologies (UTX.N) naik 2,12%, membantu mengangkat Dow Jones, setelah Credit Suisse upgrade saham menjadi "outperform" dan meningkatkan target harga.
Saham Walt Disney (DIS.N) juga naik 1,34% setelah film "Rogue One: A Star Wars Story" mencetak gol pembuka Desember kedua terbesar dalam sejarah.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/12/2016), Indeks Dow Jones industrial average naik 39,65 poin atau 0,20% menjadi 19.883,06, Indeks S & P 500 berakhir menguat 0,20% ke level 2.262,53, dan Indeks Nasdaq bertambah 0,37% ke level 5.457,44.
Ketiga indeks AS utama berakhir lebih tinggi tetapi kehilangan dari posisi tertingginya setelah polisi Jerman mengatakan sebuah truk menabrak pasar Natal yang cukup ramai di Berlin, menewaskan sembilan orang dan melukai hingga 50 orang lain.
Selain itu, investor AS menyebutkan ada masalah global yang potensial setelah Duta Besar Rusia untuk Turki ditembak mati di Ankara. "Pasar ingin memastikan apakah ini insiden yang terisolasi. Apakah ini akan mengganggu kegiatan ekonomi hanya dalam wilayah ini atau itu akan merambah wilayah lain yang lebih luas dan untuk berapa lama?" kata John Canally, ahli strategi ekonomi utama untuk LPL Financial.
Sejtor teknologi di Indeks S & P naik 0,61% dengan saham Microsoft, Intel, Apple dan Amazon.com mengangkat Nasdaq Composite ke posisi rekor tinggi pada penutupan Selasa lalu. Saham AS telah menguat sejak pemilihan presiden 8 November, dengan S & P naik hampir 6%.
Indeks Dow Jones Industrial Average kurang dari 1% dari 20.000. "Trump reli masih bersama kita. Setiap kali sesuatu yang turun selama dua hari, orang melompat di atasnya. Orang-orang mencari kesempatan membeli," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.
Namun, beberapa investor memperingatkan bahwa ketidakpastian seputar kebijakan Trump dan ketidakpastian apakah mereka disetujui oleh Kongres bisa menimbulkan risiko besar untuk harga saham saat ini.
Saham Microsoft (MSFT.O) kemarin naik 2,12%, Amazon.com (AMZN.O) naik 1,09%, Intel naik 1,60% dan Apple (AAPL.O) naik 0,58%. Keempatnya memberikan dorongan terbesar ke Nasdaq dan S & P 500.
Begitu juga dengan saham United Technologies (UTX.N) naik 2,12%, membantu mengangkat Dow Jones, setelah Credit Suisse upgrade saham menjadi "outperform" dan meningkatkan target harga.
Saham Walt Disney (DIS.N) juga naik 1,34% setelah film "Rogue One: A Star Wars Story" mencetak gol pembuka Desember kedua terbesar dalam sejarah.
(izz)
Lihat Juga :