Pemerintah Minta Aset Negara Dikelola Secara Produktif

Sabtu, 24 Desember 2016 - 19:15 WIB
Pemerintah Minta Aset...
Pemerintah Minta Aset Negara Dikelola Secara Produktif
A A A
JAKARTA - Pemerintah meresmikan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), badan layanan umum di bawah wewenang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Keberadaan LMAN yang mendapat tugas baru sebagai bank tanah diharapkan juga mengelola aset-aset tersebut menjadi lebih produktif.

(Baca Juga: Sri Mulyani Ajak DJKN Ubah Mindset Lama Tata Kelola Aset Negara)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016, LMAN mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp16 tahun. Dana tersebut rencananya digunakan untuk pengadaan lahan proyek infrastruktur.

“Kalau di LMAN, belanja Rp16 triliun, saya minta setiap Rp1 yang dibelanjakan apa pun, uang itu harus bekerja keras. Kalau uang itu dibelanjakan dan produktif, bisa menciptakan leverage . Kalau tidak, uangnya tidur dan itu akan membebani (APBN),” kata Sri Mulyani di Jakarta, kemarin.

Dia menyebut, dana pengadaan lahan sebelumnya dipegang oleh kementerian/lembaga (K/L) dan banyak lahan yang dibeli menjadi tidak produktif alias ‘tidur’ sehingga membebani APBN. Berbeda dengan K/L, LMAN bertugas melakukan manajemen aset-aset negara, termasuk menggali potensi return of asset (RoA) dari aset-aset tersebut.

Dengan begitu, lahan yang dibeli oleh LMAN nantinya bisa dikelola secara produktif. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut meminta agar LMAN bisa memberikan leverage yang optimal dari pengelolaan aset. Dengan begitu, aset-aset milik negara bisa memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara khususnya dalam bentuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP), bukan membebani APBN.

“Return minimumnya harusnya lebih tinggi dari surat berharga negara yang saya bayar,” sambungnya.

Selain itu, Sri Mulyani juga berharap, dana yang diberikan kepada LMAN bisa digunakan untuk mengatasi masalah berlarut- larutnya pembebasan lahan yang menjadi masalah klasik dalam proyek infrastruktur.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Sony Loho menambahkan, dana PMN yang diberikan kepada LMAN akan digunakan untuk mendanai ganti rugi lahan ruas jalan tol, terutama jalan tol Trans-Jawa. Pada 2017, kata Sony, LMAN juga rencananya akan mendapatkan tambahan suntikan dana lagi dari pemerintah untuk proyek tidak hanya jalan tol, tetapi juga pelabuhan dan kereta api.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkeu Tegaskan Pemenang...
Kemenkeu Tegaskan Pemenang Lelang Negara Dilindungi UU
Juru Lelang Negara Diwanti-wanti...
Juru Lelang Negara Diwanti-wanti Soal Standar yang Berlaku
Corona Ganjal Pengelolaan...
Corona Ganjal Pengelolaan Apartemen Negara oleh Swasta
Aturan Baru, Penyewaan...
Aturan Baru, Penyewaan Barang Milik Negara Dapat Relaksasi
Awas Penipuan Lelang...
Awas Penipuan Lelang Barang Sitaan Negara, Cek Dulu Ciri-cirinya
Aset Negara Senilai...
Aset Negara Senilai Rp6,1 Triliun Diserahkan ke Pemkab Manokwari Selatan
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
5 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved