Ini Penyebab Harga Cabai Melambung Rp150 Ribu/Kg
Rabu, 11 Januari 2017 - 21:54 WIB
Ini Penyebab Harga Cabai Melambung Rp150 Ribu/Kg
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengemukakan, tingginya harga cabai saat ini terjadi karena beberapa sentra produksi cabai di daerah tidak bisa mendistribusikan barangnya ke luar daerah. Akibatnya, harga cabai pun melompat tajam hingga Rp150 ribu per kilogram (kg).
Dia mengungkapkan, tersendatnya distribusi cabai akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pengiriman. Kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi belakangan ini, membuat petani kesulitan memanen cabai-cabai mereka. Sehingga berdampak terhadap arus pengiriman barang.
Jika petani tetap memaksakan memetik cabai yang belum masak, justru hasil panennya akan cepat membusuk. "Mereka enggak mau metik, enggak mau panen. Memang ada yang memaksakan tapi jadi busuk," katanya di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (11/1/2017).
Baca: Mendag Enggar: Harga Cabai Melambung Hanya Sesaat
Selain itu, kata Enggar, para petani tersebut menghindari hujan sehingga stok cabai pun semakin lama kian menipis. Akibatnya, kenaikan harga cabai pun tak sanggup untuk dihindarkan.
Namun, politikus Partai NasDem ini menilai bahwa kenaikan hanya terjadi pada cabai rawit merah. Sementara untuk cabai jenis lain masih dalam harga yang normal.
"Itu kan ada proses untuk pengiriman. Dan mereka hindari untuk hujan. Transportasinya kita harus lihat kenyataan, masuk ke sana kan jadi persoalan. Sehingga penyalurannya jadi persoalan. Dan itu cabai hanya cabai rawit merah. Tidak ada cabai merah dan cabai merah keriting gejolak tinggi," pungkasnya.
Dia mengungkapkan, tersendatnya distribusi cabai akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pengiriman. Kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi belakangan ini, membuat petani kesulitan memanen cabai-cabai mereka. Sehingga berdampak terhadap arus pengiriman barang.
Jika petani tetap memaksakan memetik cabai yang belum masak, justru hasil panennya akan cepat membusuk. "Mereka enggak mau metik, enggak mau panen. Memang ada yang memaksakan tapi jadi busuk," katanya di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (11/1/2017).
Baca: Mendag Enggar: Harga Cabai Melambung Hanya Sesaat
Selain itu, kata Enggar, para petani tersebut menghindari hujan sehingga stok cabai pun semakin lama kian menipis. Akibatnya, kenaikan harga cabai pun tak sanggup untuk dihindarkan.
Namun, politikus Partai NasDem ini menilai bahwa kenaikan hanya terjadi pada cabai rawit merah. Sementara untuk cabai jenis lain masih dalam harga yang normal.
"Itu kan ada proses untuk pengiriman. Dan mereka hindari untuk hujan. Transportasinya kita harus lihat kenyataan, masuk ke sana kan jadi persoalan. Sehingga penyalurannya jadi persoalan. Dan itu cabai hanya cabai rawit merah. Tidak ada cabai merah dan cabai merah keriting gejolak tinggi," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :