Bursa Saham AS Jatuh Terseret Pelemahan Sektor Keuangan

Rabu, 18 Januari 2017 - 08:55 WIB
Bursa Saham AS Jatuh...
Bursa Saham AS Jatuh Terseret Pelemahan Sektor Keuangan
A A A
JAKARTA - Wall Street berakhir jatuh pada perdagangan kemarin waktu setempat terseret pelemahan sektor keuangan dan transportasi untuk memberikan sentimen negatif. Tekanan pada bursa saham Amerika Serikat (AS) datang dari keprihatinan tentang kebijakan perdagangan proteksionis yang direncanakan oleh Presiden AS terpilih Donald Trump.

Kekhawatiran tersebut melanda investor hingga terimbas kepada pelemahan dolar AS (USD) ke level terendah lebih dari sebelumnya dan membuat obligasi melemah. Indeks keuangan S & P 500 yang sempat mencatat hasil positif sejak Pemilu AS dan kenaikan suku bunga acuan serta rencana reformasi peraturan di bawah kepemimpinan Trump, kini mencetak hasil terburuk sejak 27 Juni untuk menyebabkan kejatuhan sebesar 2,3%.

Saham Morgan Stanley (MS.N) meluncur 3,8% bahkan setelah mencetak keuntungan dua kali lipat pada kuartal keempat. Direktur Keuangan Morgan Stanley Jonathan Pruzan menerangkan, tidak akan ada peningkatan target secara kuartalan sampai tren pendapatkan menunjukkan perbaikan berkelanjutan. Saham biotek dan pharma juga menyusut terimbas pernyataan Trump.

Tercatat Dow Jones Industrial Average berakhir turun 58,96 poin atau 0,3% ke level 19,826.77 dan Indeks S & P 500 kehilangan 6,75 poin atau 0,3% menjadi 2.267,89. Sedangkan komposit Nasdaq turun 35,39 poin atau 0,63% ke level 5.538,73.

Sebelumnya saham AS sempat melonjak sejak pemilihan presiden yang diyakini bakal mengantarkan AS menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lewat stimulus fiskal. Namun jelang pelantikan kekhawatiran atas kebijakan ekonomi Trump menurut sebuah survei dari manajer investasi justru semakin meningkat untuk memberikan tekanan kepada pasar saham dan mata uang.

Pelemahan juga terjadi pada saham transportasi ketika saham kereta api CSX (CSX.O) jatuh 3,4%. Sekitar 6,7 miliar saham diperdagang pada pasar saham AS kemarin, di atas rata-rata harian 6,3 miliar selama 20 sesi perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
13 menit yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
54 menit yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 jam yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
2 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
2 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
2 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved