Wall Street Ditutup Tinggi Usai Pidato Donald Trump
Sabtu, 21 Januari 2017 - 05:59 WIB
Wall Street Ditutup Tinggi Usai Pidato Donald Trump
A
A
A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Jumat, (20/1/2017) setelah pelantikan Presiden AS Donald Trump dan pidato pertamanya yang bernada proteksionis.
Melansir dari CNBC, Sabtu (21/1), Trump berjanji akan mengedepankan rakyat dan bangsa AS dan melindunginya dari kerusakan yang dibuat negara-negara lain. “Kita harus melindungi perbatasan kita dari kerusakan akibat negara-negara lain, yang menjiplak produk kami, mencuri perusahaan kami, dan menghancurkan pekerjaan kita,” tandas Trump usai sumpah jabatan.
Pengusaha asal New York ini pun berjanji akan melindungi bangsa dan negaranya dan mengembalikan kemakmuran kepada rakyat AS. “Saya akan berjuang untuk Anda dengan setiap nafas dalam tubuh saya dan saya berjanji tidak akan pernah mengecewakan Anda”.
Pidato proteksionis tersebut membuat merangsang Wall Street. Dow Jones Industrial Average ditutup naik 94,85 poin atau 0,48% ke level 19.827,25. Indeks S & P 500 berakhir menguat 7,62 poin atau 0,34% menjadi 2.271,31, dengan sektor saham telekomunikasi dan kesehatan yang memberi kontribusi kenaikan tinggi. Nasdaq ditutup bertambah 15,25 poin atau 0,28% ke posisi 5.555,33.
“Itu pidato yang sangat populis. Ia berbicara kepada orang-orang yang memilih dia. Sebenarnya itu bukan apa yang diharapkan banyak orang tapi itulah keunikan Trump,” ujar Quincy Krosby, ahli strategi pasar di Prudential Financial.
Sementara itu, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities Art Hogan agak kecewa dengan pidato pertama Trump. “Dia tidak memutuskan untuk (Wall Street) pergi lebih tinggi. Dia memutuskan untuk pergi menjadi populis dan proteksionis. Dan kita akan harus membiasakan diri dengan ini,” ujarnya.
Sejatinya, kalangan pasar berharap Trump berpidato di Capitol Hill mengenai program kampanyenya, seperti belanja pemerintah, pajak perusahaan yang lebih rendah dan deregulasi beberapa sektor agar pasar saham terus melanjutkan reli signifikan sejak kemenangan Trump pada pemilu lalu.
Dan kini pasar menatap dan berharap pada program 100 hari pertama Trump. Wakil Presiden Perdagangan dan Derivatif di Charles Schwab, Randy Frederick mengatakan sekarang yang menjadi penting adalah 100 hari pertama. “Kami punya harapan yang sangat tinggi untuk adanya ruang ekspansi dan GDP. Harapan untuk data ekonomi yang lebih baik,” tukasnya.
Melansir dari CNBC, Sabtu (21/1), Trump berjanji akan mengedepankan rakyat dan bangsa AS dan melindunginya dari kerusakan yang dibuat negara-negara lain. “Kita harus melindungi perbatasan kita dari kerusakan akibat negara-negara lain, yang menjiplak produk kami, mencuri perusahaan kami, dan menghancurkan pekerjaan kita,” tandas Trump usai sumpah jabatan.
Pengusaha asal New York ini pun berjanji akan melindungi bangsa dan negaranya dan mengembalikan kemakmuran kepada rakyat AS. “Saya akan berjuang untuk Anda dengan setiap nafas dalam tubuh saya dan saya berjanji tidak akan pernah mengecewakan Anda”.
Pidato proteksionis tersebut membuat merangsang Wall Street. Dow Jones Industrial Average ditutup naik 94,85 poin atau 0,48% ke level 19.827,25. Indeks S & P 500 berakhir menguat 7,62 poin atau 0,34% menjadi 2.271,31, dengan sektor saham telekomunikasi dan kesehatan yang memberi kontribusi kenaikan tinggi. Nasdaq ditutup bertambah 15,25 poin atau 0,28% ke posisi 5.555,33.
“Itu pidato yang sangat populis. Ia berbicara kepada orang-orang yang memilih dia. Sebenarnya itu bukan apa yang diharapkan banyak orang tapi itulah keunikan Trump,” ujar Quincy Krosby, ahli strategi pasar di Prudential Financial.
Sementara itu, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities Art Hogan agak kecewa dengan pidato pertama Trump. “Dia tidak memutuskan untuk (Wall Street) pergi lebih tinggi. Dia memutuskan untuk pergi menjadi populis dan proteksionis. Dan kita akan harus membiasakan diri dengan ini,” ujarnya.
Sejatinya, kalangan pasar berharap Trump berpidato di Capitol Hill mengenai program kampanyenya, seperti belanja pemerintah, pajak perusahaan yang lebih rendah dan deregulasi beberapa sektor agar pasar saham terus melanjutkan reli signifikan sejak kemenangan Trump pada pemilu lalu.
Dan kini pasar menatap dan berharap pada program 100 hari pertama Trump. Wakil Presiden Perdagangan dan Derivatif di Charles Schwab, Randy Frederick mengatakan sekarang yang menjadi penting adalah 100 hari pertama. “Kami punya harapan yang sangat tinggi untuk adanya ruang ekspansi dan GDP. Harapan untuk data ekonomi yang lebih baik,” tukasnya.
(ven)
Lihat Juga :