Kinerja Pertanian Buruk, Jokowi Disindir Terlalu Lindungi Mentan
Senin, 23 Januari 2017 - 16:32 WIB
Kinerja Pertanian Buruk, Jokowi Disindir Terlalu Lindungi Mentan
A
A
A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Institute Development of Economic and Finance (Indef) Faisal Basri nampak geram dengan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang seakan terlalu melindungi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Bahkan Jokowi kerap membanggakan Mentan dengan segala kehebatannya.
Padahal, kata Faisal, sektor pertanian selama dipimpin Mentan Amran kurang baik. "Yang paling rusak adalah sektor pertanian. Paling rusak serusak-rusaknya. Tapi Menteri Pertanian yang paling dilindungi Presiden," katanya dalam acara bertajuk SARA, Radikalisme, dan Prospek Ekonomi di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (23/1/2017).
Dia menyebutkan, anggaran yang digelontorkan negara untuk sektor pertanian meningkat luar biasa. Setidaknya, hampir mendapatkan suntikan dana Rp100 triliun untuk mendukung sektor yang menjadi ciri khas Indonesia. "Total support buat sektor pertanian naik luar biasa. Modal anggaran juga enggak kira-kira, hampir Rp100 triliun. Paling makmur ini kementerian," imbuh dia.
Namun, tambah mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini, produksi pertanian Indonesia jauh lebih rendah dari uang yang digulirkan pemerintah. Bahkan, hingga saat ini tak jelas uang yang disuntikkan tersebut kemana larinya.
"Cukup banyak bantuan sosial, pertanian mengurus bantuan sosial. Termasuk nyodorkan ke kita proyek kalau dikritik. Kalau saya kritik, datang orang Kementan bawain saya proyek. Dipikir semua orang bisa dibeli," tuturnya.
Menurut dia, kemiskinan dan ketimpangan yang terjadi di Indonesia mayoritas berasal dari sektor pertanian. Tak hanya itu, harga bahan kebutuhan pokok semasa Mentan Amran pun melonjak luar biasa.
"Coba bayangkan. Tapi itu yang dipuji-puji Pak Jokowi. Kan aneh gitu. Kemudian hasil berikutnya dari Mentan adalah harga pangan melangit. Tahun lalu banyak implicit tax segala macem. Jadi implicit tax yang membuat kita harus bayar mahal sekali," tegasnya.
Padahal, kata Faisal, sektor pertanian selama dipimpin Mentan Amran kurang baik. "Yang paling rusak adalah sektor pertanian. Paling rusak serusak-rusaknya. Tapi Menteri Pertanian yang paling dilindungi Presiden," katanya dalam acara bertajuk SARA, Radikalisme, dan Prospek Ekonomi di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (23/1/2017).
Dia menyebutkan, anggaran yang digelontorkan negara untuk sektor pertanian meningkat luar biasa. Setidaknya, hampir mendapatkan suntikan dana Rp100 triliun untuk mendukung sektor yang menjadi ciri khas Indonesia. "Total support buat sektor pertanian naik luar biasa. Modal anggaran juga enggak kira-kira, hampir Rp100 triliun. Paling makmur ini kementerian," imbuh dia.
Namun, tambah mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini, produksi pertanian Indonesia jauh lebih rendah dari uang yang digulirkan pemerintah. Bahkan, hingga saat ini tak jelas uang yang disuntikkan tersebut kemana larinya.
"Cukup banyak bantuan sosial, pertanian mengurus bantuan sosial. Termasuk nyodorkan ke kita proyek kalau dikritik. Kalau saya kritik, datang orang Kementan bawain saya proyek. Dipikir semua orang bisa dibeli," tuturnya.
Menurut dia, kemiskinan dan ketimpangan yang terjadi di Indonesia mayoritas berasal dari sektor pertanian. Tak hanya itu, harga bahan kebutuhan pokok semasa Mentan Amran pun melonjak luar biasa.
"Coba bayangkan. Tapi itu yang dipuji-puji Pak Jokowi. Kan aneh gitu. Kemudian hasil berikutnya dari Mentan adalah harga pangan melangit. Tahun lalu banyak implicit tax segala macem. Jadi implicit tax yang membuat kita harus bayar mahal sekali," tegasnya.
(akr)
Lihat Juga :