Kerja Sama Kementerian Pertanian dan TNI Dievaluasi DPR

Rabu, 25 Januari 2017 - 17:44 WIB
Kerja Sama Kementerian...
Kerja Sama Kementerian Pertanian dan TNI Dievaluasi DPR
A A A
JAKARTA - Kerja sama dalam bidang pangan antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan TNI bakal dievaluasi oleh DPR. Pasalnya, banyak temuan yang perlu ditindaklanjuti serta adanya pengawasan.

"Kami sedang mengevaluasi perluasan kerja sama Kementerian Pertanian dengan TNI yang dalam perjalannya banyak temuan yang harus ditindak lanjuti pengawasan kami," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Adapun kerjasama antara TNI dengan Kementan itu adalah dalam pengawalan upaya khusus jagung, padi, serapan gabah dan cetak sawah. Sehingga, ketiga hal tersebut sedang dievaluasi, termasuk anggarannya dari Kementan. "Saya kira niatnya bagus, tapi apakah ini tupoksinya TNI," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR ini.

Dirinya pun mengaku tidak mengerti dengan latar belakang lahirnya gagasan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang ingin membentuk Sentra Pelayanan Petani Padi Terpadu (SP3T). Sebab, jika dari indikator yang disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sudah cukup berhasil. "Meski ada beberapa komoditas yang perlu kerja keras seperti kedelai dan daging sapi," katanya.

Maka itu, dia menganjurkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk fokus terhadap pertahanan negara sesuai dengan apa yang telah dipresentasikannya, yakni ancaman keamanan dan kedaulatan negara kedepan semakin kompleks. "Dan perlu penanganan yang lebih seksama serta profesional," pungkasnya.

Diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku akan membentuk Sentra Pelayanan Petani Padi Terpadu (SP3T) untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait swasembada pangan pada 2017.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved