Rupiah Berakhir Lemas Gagal Manfaatkan Lemahnya Dolar AS

Rabu, 25 Januari 2017 - 17:33 WIB
Rupiah Berakhir Lemas...
Rupiah Berakhir Lemas Gagal Manfaatkan Lemahnya Dolar AS
A A A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu (25/1/2017) berakhir melemah. Rupiah di indeks Bloomberg, ditutup jatuh 39 poin atau 0,29% ke level Rp13.361/USD.

Sebelumnya pagi tadi, mata uang NKRI dibuka melemah 23 poin atau 0,17% ke Rp13.345/USD. Sepanjang Rabu ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp13.326-Rp13.365 per USD.

Data Yahoo Finance, Rabu (25/1), rupiah ditutup melemah 26 poin atau 0,19% ke posisi Rp13.356 per USD. Awal perdagangan hari ini, rupiah dibuka melemah 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.335 per USD. Dan sepanjang hari ini rupiah bergerak di Rp13.294-Rp13.360/USD.

Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, Rabu ini, rupiah ditutup di level Rp13.355 per USD. Adapun mata uang ASEAN lainnya ringgit Malaysia berada di level 4,43 per USD, dolar Singapura di 1,42, peso Filipina ke level 49,82 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Rabu (25/1) ditetapkan sebesar Rp13.340, terdepresiasi 10 poin dari posisi Rp13.330 pada Selasa kemarin.

Sementara itu, melansir dari Reuters, Rabu (25/1/2017), kebijakan Donald Trump pada proyek-proyek pipa minyak TransCanada menarik greenback dari kejatuhan sejak akhir tahun lalu. Di pasar mata uang, greenback tetap di posisi 100,32 DXY.

Meski demikian, dolar AS telah tergelincir 0,1% menjadi ¥113,65 dan turun 0,1% terhadap euro, menjadi USD1,0725 EUR. Namun poundsterling melemah terhadap dolar ke level USD1,25 GBP, karena Inggris masih menantikan keputusan Mahkamah Agung soal kewenangan PM Inggris soal pemberlakuan hukum Brexit.

Balik kepada dolar, greenback telah jatuh 3% terhadap yen dan 2% terhadap euro sepanjang bulan Januari. Dan investor kini berharap USD kembali reli setelah sempat menguat setelah pemilu yang dimenangkan Trump pada November 2016.

"Kami memperkirakan bahwa dolar pada uptrend jangka panjang. Tapi untuk saat ini, skeptisme terhadap Presiden Trump tetap di atas angin," kata Shusuke Yamada, kepala strategi forex di BOA Merrill Lynch.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
12 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved