AS Tinggalkan TPP, RI Diminta Genjot Kerja Sama dengan ASEAN

Jum'at, 27 Januari 2017 - 14:56 WIB
AS Tinggalkan TPP, RI...
AS Tinggalkan TPP, RI Diminta Genjot Kerja Sama dengan ASEAN
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Marie Elka Pangestu menilai, Indonesia sudah saatnya meningkatkan kerja sama di lingkungan regional ASEAN. Hal ini menanggapi hengkangnya Amerika Serikat (AS) dari kerja sama kemitraan lintas pasifik (Trans Pacific Partnership/TPP).

(Baca Juga: AS Resmi Keluar dari Perjanjian Dagang TPP)

Dia mengungkapkan, dengan hengkangnya AS dari perjanjian dagang TPP, maka Indonesia akan semakin sulit menghadapi Negeri Paman Sam tersebut. Posisi tawar Indonesia akan semakin lemah di hadapan AS.

"This is pragmatic approach (ini adalah pendekatan pragmatis), tapi itu merugikan kita sebagai negara kecil. Kita menghadap AS pasti susah sekali bargaining positionnya. And the create the rules, there is no more room (ada banyak aturan dan tidak banyak ruang) untuk kita berpartisipasi," katanya dalam acara diskusi publik CSIS bertajuk Kebijakan Ekonomi, Bisnis dan Politik AS di bawah Presiden Trump di Jakarta, Jumat (27/1/2017).

(Baca Juga: AS Hengkang, Tim Ahli Wapres Sebut RI Tak Perlu Lagi Masuk TPP)

Menurutnya, Negeri Paman Sam -julukan AS- kedepan akan lebih mengedepankan negosiasi secara bilateral ataupun unilateral. Dalam waktu dekat, AS diperkirakan akan bernegosiasi dengan Jepang dan Vietnam.

(Baca Juga: Marie Elka Beberkan Kebijakan AS Perlu Diwaspadai RI)

Oleh karena itu, kata mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang perlu dilakukan Indonesia saat ini adalah memperkuat kerja sama dengan negara-negara di ASEAN. Mengingat, posisi tawar Indonesia di mata AS masih sangat lemah.

"We need to strenght (kita perlu memperkuat dengan) ASEAN, Indonesia dan ASEAN need to be stronger (perlu menjadi lebih kuat). Karena balance nya hanya ada disitu," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
15 Negara Tandatangani...
15 Negara Tandatangani RCEP untuk Perdagangan Bebas
Hati-hati Melangkah...
Hati-hati Melangkah dalam Perdagangan Bebas ASEAN Plus, Bisa-bisa RI Cuman Jadi Pasar
15 Negara Sepakati Percepatan...
15 Negara Sepakati Percepatan Implementasi RCEP
4 Negara di Asia Tenggara...
4 Negara di Asia Tenggara yang Menjadi Sekutu Rusia
Mendag: ASEAN-AS Matangkan...
Mendag: ASEAN-AS Matangkan Kerja Sama Ekonomi Digital untuk UMKM
Momen Tepat, Wamendag...
Momen Tepat, Wamendag Ajak Kebut Penyelesaian RCEP
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved