IHSG Merosot Saat Bursa Asia Berakhir Lebih Tinggi
Jum'at, 27 Januari 2017 - 16:26 WIB
IHSG Merosot Saat Bursa Asia Berakhir Lebih Tinggi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (27/1/2017) ditutup memerah usai kehilangan 4,79 poin atau 0,09% ke level 5.312,84. Pelemahan bursa saham Tanah Air pada perdagangan sore ini terjadi saat mayoritas bursa Asia berakhir lebih tinggi.
Pada sesi pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG berkurang 12,00 poin atau 0,23% ke level 5.305,63. dan hingga sesi I masih sulit bangkit di level 5.312,47 atau jatuh 5,17 poin yang setara dengan 0,10%. Sedangkan bursa saham dalam negeri kemarin ditutup bertambah 23,85 poin atau 0,45% menjadi 5.317,63.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,50 triliun dengan 17,28 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp731,8 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp7,52 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp8,26 triliun. Tercatat 143 saham menguat, 160 melemah dan 124 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp300 menjadi Rp7.300, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) bertambah Rp180 menjadi Rp4,190 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) meningkat Rp150 menjadi Rp5.750.
Selanjutnya untuk saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp600 menjadi Rp62.800, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) turun Rp100 menjadi Rp6.200 dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) berkurang Rp 40 menjadi Rp2.870.
Seperti dilansir CNBC hari ini, pasar saham Asia sebagian besar lebih tinggi setelah data inflasi Jepang menunjukkan perbaikan saat bursa saham Amerika Serikat mencetak rekor tertinggi di tengah ancaman perang dagang dengan Meksiko. Rencana Presiden AS Donald Trump untuk membuat dinding pembatasan di perbatasan Meksiko semakin meruncing hubungan kedua negara.
Sepanjang sesi perdagangan Asia, peso telah jatuh lebih dari 0,5% melawan greenback di level 21.358 setelah Gedung Putih mengatakan kemungkinan bakal mengenakan pajak sebesar 20% pada produk-produk dari Meksiko. Tercatat peso sempat berada pada posisi terendah mencapai level 22.0385 saat melawan dolar AS (USD) pada 11 Januari, lalu.
Indeks Nikkei Jepang ditutup naik 0,34% atau 65,01 poin di level 19.467,4 setelah data menunjukkan bahwa sektor konsumen Jepang pada Desember turun 0,2% dengan kecepatan melambat sejak Februari. Saham Toshiba mengalami kenaikan 1,01%, usai pihak perusahaan mengatakan bakal memisahkan dengan lini bisnis pembuat chip yang bakal diwujudkan akhir Maret.
Raihan positif juga diperlihatkan indeks Australia yang berakhir meningkat 0,75% atau 42,49 poin di level 5,714, didukung penguatan sektor keuangan yang bertambah 1,3% dan sub indeks naik 1,56%. Di sisi lain indeks Hang Seng terperosok ke zona merah usai kehilangan 13,39 poin atau setara dengan 0,06% ke level 23.360,78. Pasar saham China, Vietnam, Taiwan dan Korea Selatan ditutup hari ini karena libur, sedangkan Singapura, Malaysia dan Hong Kong memilih libur setengah hari.
Pada sesi pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG berkurang 12,00 poin atau 0,23% ke level 5.305,63. dan hingga sesi I masih sulit bangkit di level 5.312,47 atau jatuh 5,17 poin yang setara dengan 0,10%. Sedangkan bursa saham dalam negeri kemarin ditutup bertambah 23,85 poin atau 0,45% menjadi 5.317,63.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,50 triliun dengan 17,28 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp731,8 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp7,52 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp8,26 triliun. Tercatat 143 saham menguat, 160 melemah dan 124 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp300 menjadi Rp7.300, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) bertambah Rp180 menjadi Rp4,190 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) meningkat Rp150 menjadi Rp5.750.
Selanjutnya untuk saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp600 menjadi Rp62.800, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) turun Rp100 menjadi Rp6.200 dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) berkurang Rp 40 menjadi Rp2.870.
Seperti dilansir CNBC hari ini, pasar saham Asia sebagian besar lebih tinggi setelah data inflasi Jepang menunjukkan perbaikan saat bursa saham Amerika Serikat mencetak rekor tertinggi di tengah ancaman perang dagang dengan Meksiko. Rencana Presiden AS Donald Trump untuk membuat dinding pembatasan di perbatasan Meksiko semakin meruncing hubungan kedua negara.
Sepanjang sesi perdagangan Asia, peso telah jatuh lebih dari 0,5% melawan greenback di level 21.358 setelah Gedung Putih mengatakan kemungkinan bakal mengenakan pajak sebesar 20% pada produk-produk dari Meksiko. Tercatat peso sempat berada pada posisi terendah mencapai level 22.0385 saat melawan dolar AS (USD) pada 11 Januari, lalu.
Indeks Nikkei Jepang ditutup naik 0,34% atau 65,01 poin di level 19.467,4 setelah data menunjukkan bahwa sektor konsumen Jepang pada Desember turun 0,2% dengan kecepatan melambat sejak Februari. Saham Toshiba mengalami kenaikan 1,01%, usai pihak perusahaan mengatakan bakal memisahkan dengan lini bisnis pembuat chip yang bakal diwujudkan akhir Maret.
Raihan positif juga diperlihatkan indeks Australia yang berakhir meningkat 0,75% atau 42,49 poin di level 5,714, didukung penguatan sektor keuangan yang bertambah 1,3% dan sub indeks naik 1,56%. Di sisi lain indeks Hang Seng terperosok ke zona merah usai kehilangan 13,39 poin atau setara dengan 0,06% ke level 23.360,78. Pasar saham China, Vietnam, Taiwan dan Korea Selatan ditutup hari ini karena libur, sedangkan Singapura, Malaysia dan Hong Kong memilih libur setengah hari.
(akr)
Lihat Juga :