Rupiah Menguat, Pasar Obligasi Berada di Zona Hijau

Minggu, 29 Januari 2017 - 15:36 WIB
Rupiah Menguat, Pasar...
Rupiah Menguat, Pasar Obligasi Berada di Zona Hijau
A A A
JAKARTA - Meski pada awal pekan lalu pasar saham cenderung mengalami pelemahan, namun pasar obligasi berada di zona hijau. Penguatan ini terjadi setelah merespons terapresiasinya rupiah dengan memanfaatkan pergerakan laju dolar Amerika Serikat (USD) yang melemah pasca pidato pelantikan Presiden AS Donald Trump.

Mulai adaya volume maupun aktivitas beli yang merespons sentimen tersebut terefleksi pada pergerakan yield yang cenderung turun. Meski sentimen dari dalam negeri cenderung minim, tidak membuat laju pasar obligasi terhambat.

"Justru pergerakannya masih dapat bertahan positif. Terutama dengan adanya sentimen masih terapresiasinya laju rupiah membuat pasar obligasi mampu bertahan di zona hijau," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (29/1/2017).

Adanya aksi jual, lanjut Reza, membuat pasar obligasi sedikit diselimuti awan negatif. Meski laju rupiah mampu positif, namun tidak banyak berimbas pada laju obligasi yang berkubang di teritori merah.

Masih adanya aksi jual, tidak hanya terlihat pada obligasi tenor panjang, juga dialami sebagian obligasi tenor menengah yang pergerakan yield-nya mulai di atas garis yield sebelumnya. Sementara pada yield bertenor pendek bergerak masih berhimpitan dengan yield tenor sebelumnya.

Hingga akhir pekan kemarin, laju yield cenderung bergerak flat seiring adanya aksi jual yang berimbas pada penurunan harga. Pergerakan yield untuk masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) rata-rata mengalami penurunan yield -1,04 bps, tenor menengah (5-7 tahun) naik 3,86 bps, dan panjang (8-30 tahun) turun -0,82 bps

"Pada obligasi korporasi, sama halnya dengan pergerakan SUN, di mana cenderung bergerak melemah. Sebagai gambaran, obligasi dengan dengan rating AAA dimana di pekan sebelumnya yield di kisaran 9,73%-9,74% untuk tenor 9-10 tahun," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNM Dipercaya Terbitkan...
PNM Dipercaya Terbitkan Orange Bond di Indonesia
Perbandingan Obligasi...
Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya
Entitas BRPT Raih Peringkat...
Entitas BRPT Raih Peringkat Investment Grade untuk Green Bond
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Mengintip Kelebihan...
Mengintip Kelebihan Investasi Obligasi Pemerintah di Tengah Ancaman Resesi
BUMA Lunasi Sisa Obligasi...
BUMA Lunasi Sisa Obligasi 2026 Senilai USD212,25 Juta
Berita Terkini
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
6 menit yang lalu
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
23 menit yang lalu
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
26 menit yang lalu
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
50 menit yang lalu
Di Tengah Tren Trading,...
Di Tengah Tren Trading, Aplikasi Berizin dan Regulasi Kian Penting Lindungi Investor
1 jam yang lalu
MPIX Tunjuk Nurfaizi...
MPIX Tunjuk Nurfaizi Suwandi jadi Komisaris Independen, Pertegas Ekspansi ke Remitansi Pekerja Migran
2 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved