USD Ambruk ke Level Terburuk, Rupiah Berakhir Menyusut
Selasa, 31 Januari 2017 - 17:07 WIB
USD Ambruk ke Level Terburuk, Rupiah Berakhir Menyusut
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup masih melemah, setelah gagal memanfaatkan pelemahan mata uang negeri Paman Sam -julukan AS-. Rupiah terlihat masih di bawah tekanan dan sulit meningalkan kisaran level Rp13.350/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah berakhir pada level Rp13.369/USD atau memburuk dari penutupan sebelumnya di level Rp13.349/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran level Rp13.325-Rp13.373/USD
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup di level Rp13.348/USD, atau tidak lebih baik dari posisi kemarin di level Rp13.347/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.328-Rp13.355/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.343/USD. Posisi ini melemah dari posisi kemarin di level Rp13.335/USD. Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah tidak bergerak pada level Rp13.355/USD dibandingkan sebelumnya.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (31/1/2017) USD pada akhir perdagangan hari ini ditutup ambruk ke posisi terburuk sejak 2008, ketika kekhawatiran atas kebijakan Presiden AS Donald Trump semakin meluas. Tercatat mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- tergelincir 0,2% terhadap Yen, setelah awal pekan kemarin kehilangan 1% terimbas kebijakan larangan kunjungan negara mayoritas muslim ke AS yang memicu protes.
Di sisi lain euro terkena imbas angka inflasi Jerman yang sedikit lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya serta pengaruh dari situasi politik Prancis. Sementara dalam perdagangan pagi di Eropa, USD jatuh mencapai 0,1% melawan yen di level 113.90 atau sedikit pulih dari posisi terendah di perdagangan Asia. Sedangkan USD terhadap euro turun 0,1% ke posisi 1.0708 usai melemah sebelumnya 1.0725.
Secara keseluruhan USD saat melawan enam mata uang utama telah kehilangan lebih dari 1,9%. Investor terlihat mulai membeli USD setelah kemenangan Trump dalam Pemilu AS di November, lalu dengan asumsi bahwa bakal mendorong repatriasi modal untuk Amerika Serikat, serta pendanaan yang lebih agresif terhadap sektor infrastruktur dan mendorong kenaikan inflasi.
Namun antusiasme mulai berkurang, seiring kurangnya detail terkait kebijakan fiskal dalam 10 hari pertama kepemimpinan Trump sebagai Presiden AS. Pasar mata uang terlihat terganggu oleh pandangan Presiden serta calon untuk Menteri Keuangan AS yang lebih USD melemah. Pada perdagangan hari ini pounds terlihat bergerak mendatar terhadap USD di level 1,25. Melawan euro, pounds juga flat pada level 85.67.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah berakhir pada level Rp13.369/USD atau memburuk dari penutupan sebelumnya di level Rp13.349/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran level Rp13.325-Rp13.373/USD
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup di level Rp13.348/USD, atau tidak lebih baik dari posisi kemarin di level Rp13.347/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.328-Rp13.355/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.343/USD. Posisi ini melemah dari posisi kemarin di level Rp13.335/USD. Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah tidak bergerak pada level Rp13.355/USD dibandingkan sebelumnya.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (31/1/2017) USD pada akhir perdagangan hari ini ditutup ambruk ke posisi terburuk sejak 2008, ketika kekhawatiran atas kebijakan Presiden AS Donald Trump semakin meluas. Tercatat mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- tergelincir 0,2% terhadap Yen, setelah awal pekan kemarin kehilangan 1% terimbas kebijakan larangan kunjungan negara mayoritas muslim ke AS yang memicu protes.
Di sisi lain euro terkena imbas angka inflasi Jerman yang sedikit lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya serta pengaruh dari situasi politik Prancis. Sementara dalam perdagangan pagi di Eropa, USD jatuh mencapai 0,1% melawan yen di level 113.90 atau sedikit pulih dari posisi terendah di perdagangan Asia. Sedangkan USD terhadap euro turun 0,1% ke posisi 1.0708 usai melemah sebelumnya 1.0725.
Secara keseluruhan USD saat melawan enam mata uang utama telah kehilangan lebih dari 1,9%. Investor terlihat mulai membeli USD setelah kemenangan Trump dalam Pemilu AS di November, lalu dengan asumsi bahwa bakal mendorong repatriasi modal untuk Amerika Serikat, serta pendanaan yang lebih agresif terhadap sektor infrastruktur dan mendorong kenaikan inflasi.
Namun antusiasme mulai berkurang, seiring kurangnya detail terkait kebijakan fiskal dalam 10 hari pertama kepemimpinan Trump sebagai Presiden AS. Pasar mata uang terlihat terganggu oleh pandangan Presiden serta calon untuk Menteri Keuangan AS yang lebih USD melemah. Pada perdagangan hari ini pounds terlihat bergerak mendatar terhadap USD di level 1,25. Melawan euro, pounds juga flat pada level 85.67.
(akr)