BPJS Ketenagakerjaan Buka Peluang Serap Saham Freeport

Selasa, 31 Januari 2017 - 17:57 WIB
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Buka Peluang Serap Saham Freeport
A A A
JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan membuka peluang menyerap 10,64% saham yang didivestasikan PT Freeport Indonesia. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar yayasan dana pensiun atau lembaga jaminan sosial dapat menyerap saham raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah menganalisa dan melakukan evaluasi terhadap kemungkinan tersebut. Sepanjang imbal hasil yang didapatkan memadai maka pihaknya membuka diri untuk menyerap saham Freeport.

"Ya, kita akan analisa, kita akan evaluasi, dan akan kita lakukan assessment. Sepanjang itu memberikan imbal hasil yang memadai dan memenuhi regulasi yang ada, ya kenapa tidak. Kita membuka diri untuk hal tersebut," ujarnya, usai Seminar Indonesia Economic Outlook 2017 yang diselenggarakan KORAN SINDO dan SINDOnews di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Menurut Agus, lembaga jaminan sosial diperbolehkan untuk berinvestasi di surat utang ataupun di sektor pasar modal, sepanjang tidak menyalahi aturan dalam PP Nomor 55 tahun 2015 tentang perubahan PP Nomor 99 tahun 2013 tentang pengelolaan aset jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Jadi, boleh dan tidak itu sudah ada ketentuan di dalam pengelolaan investasi kita. Itu ada di PP 55, sepanjang itu dalam koridor ketentuan peraturan perundangan, ya kita bisa," imbuhnya.

Namun, Agus belum dapat memastikan keputusan mengenai investasi di divestasi saham Freeport tersebut. "Kalau untuk saham divestasi kita akan evaluasi lagi. Tapi, kita belum tentu menyerap, hanya kita membuka diri dan kita akan lakukan kajian, dan sesuai hasil kajian itu akan kita ambil keputusan," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan menawarkan yayasan pengelola dana pensiun untuk menyerap 10,64% saham yang akan didivestasikan oleh PT Freeport Indonesia. Freeport sendiri telah mengajukan penawaran untuk harga saham tersebut sebesar USD1,7 miliar atau setara Rp22,5 triliun (estimasi Rp13.261/USD).

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengungkapkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa saham divestasi Freeport harus terlebih dahulu ditawarkan kepada beberapa yayasan dana pensiun besar yang dikendalikan pemerintah.

"Soal divestasi Freeport, arahan Presiden mungkin beberapa yayasan dana pensiun yang besar dan dikendalikan pemerintah. Mungkin akan diimbau untuk mempertimbangkan apakah mau akuisisi saham tersebut," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (12/1/2017).
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
Pos Indonesia dan BPJS-TK...
Pos Indonesia dan BPJS-TK Sinergi Tingkatkan Jumlah Kepesertaan Baru BPU
Komitmen Melindungi...
Komitmen Melindungi Pekerja Indonesia, BPJSTK Sabet 5 Penghargaan dari ISSA
Pos Indonesia Dorong...
Pos Indonesia Dorong Kepesertaan Baru BPU BPJS Ketenagakerjaan
Berita Terkini
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
2 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
2 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
3 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
5 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
6 jam yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
7 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved