Wall Street Menguat Terdorong Saham Apple

Kamis, 02 Februari 2017 - 08:05 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Terdorong Saham Apple
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup menguat, termasuk Indeks S & P 500 naik lebih tinggi setelah empat hari berturut-turut melemah. Hal ini didukung kenaikan saham Apple dan setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga AS tidak berubah, seperti yang diharapkan.

Seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (2/2/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 26,85 poin atau 0,14% menjadi 19.890,94, Indeks S & P 500 naik 0,68 poin atau 0,03% ke level 2.279,55 dan Nasdaq Composite bertambah 27,87 poin atau 0,5% ke level 5.642,65.

Saham Apple (AAPL.O) naik 6,1% menjadi USD128,75, penutupan tertinggi dalam satu tahun setengah. Hal ini membuat pengaruh positif terbesar pada tiga indeks utama, yang berpotensi memerah namun ada dorongan dari saham Apple.

Dalam pertemuan pertama sejak Presiden Donald Trump menjabat, komite kebijakan pengaturan Fed mengatakan keuntungan pekerjaan tetap solid dan inflasi optimis, menandakan keyakinan bahwa ekonomi akan baik.

Kurangnya detail pada saat kenaikan suku bunga berikutnya bisa datang membebani saham keuangan, yang telah positif melalui sebagian besar sesi. Di mana sektor keuangan di Indeks S & P 500 naik tipis 0,04%.

"Keyakinan dalam perekonomian tercermin dalam pernyataan tegas (Fed) berkaitan dengan inflasi," kata Atul Lele, kepala investasi di Deltec International Group di Nassau, Bahama.

Dia mengatakan Fed menyarankan menunggu dan melihat pendekatan ketika stimulus fiskal diharapkan dapat dipicu oleh pemerintahan Trump.

Data pada hari sebelumnya menunjukkan aktivitas pabrik AS dipercepat untuk lebih dari dua tahun pada Januari dan pengusaha swasta didorong segera mempekerjakan pada bulan lalu. Namun, saham berjuang untuk mendapatkan momentum dan Indeks S & P 500 dihindari pada sesi kelima dari penurunan berturut-turut dengan margin sedikit.

Saham Dow Component Exxon (XOM.N) tergelincir 1,1% setelah serangkaian pemotongan target harga dari broker. Utama minyak telah melaporkan hasil pada Selasa.

Saham Johnson Controls (JCI.N) turun 3,4% menjadi USD42,50 setelah pertumbuhan penjualan organik kuartalan jatuh dari perkiraan.

Sementara saham Facebook (FB.O) naik hampir 2% dalam perdagangan setelah laba kuartalan dan pendapatan perusahaan lebih tinggi dari perkiraan. Begitu juga dengan saham Advanced Micro Devices (AMD.O) menguat 16,3% menjadi USD12,06 dalam hampir empat kali volume harian yang biasa sehari setelah melaporkan hasil.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
9 menit yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
11 menit yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
29 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
56 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved