Industri Makanan dan Minuman Tagih Kepastian Harga Gas

Selasa, 07 Februari 2017 - 18:06 WIB
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman Tagih Kepastian Harga Gas
A A A
JAKARTA - Industri makanan dan minuman menagih kepastian harga gas kepada pemerintah. Pasalnya, penurunan harga gas akan sangat berpengaruh terhadap daya saing sektor industri makanan dan minuman.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan, saat ini harga gas untuk sektor makanan dan minuman cukup mahal berkisar USD9-12 per MMBTU.

"Sebetulnya harga gas udah sekitar USD6-9 per MMBTU namun kena biaya distribusi. Maunya Presiden itu USD6 sudah di tempat. Ini yang belum terealisasi," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Menurutnya, idealnya harga gas sama seperti negara tetangga jika ingin berdaya saing. "Di Singapura sekitar USD3-5 per MMBTU. Kalau diturunkan jadi USD6, menurut kita sudah sangat membantu," ungkapnya. (Baca: Prospek Industri Makanan dan Minuman Dalam Negeri Cerah )

Adhi mengungkapkan,saat ini penggunaan gas sebagai bahan bakar untuk industri makanan dan minuman bergantung dari ketersedian di daerah. "Kalau ada daerah yang ada gas, pasti lebih memilih gas karena lebih ramah lingkungan dan lebih efisien," tuturnya.

Adhi menambahkan, penggunaan energi gas di industri makanan dan minuman bervariatif dengan rata-rata 8%-12%. Saat ini di sektor industri makanan dan minuman seperti biskuit dan kopi menggunakan gas untuk bahan bakar.

"Kami sudah sampaikan, sektor padat karya tentu perlu harga yang lebih murah supaya berdaya saing. Pemerintah sebetulnya kan bisa dapat dari pajak penghasilan. Sebaiknya langsung diberikan ke sektor, jangan perusahaan tertentu nanti diskriminasi," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
2 Tahun Puasa, Produsen...
2 Tahun Puasa, Produsen Makanan dan Minuman Siap-siap Naikkan Harga di 2022
Pengusaha Mamin Kesulitan...
Pengusaha Mamin Kesulitan Bayar Upah di Tengah Pandemi Covid-19
Es Krim Viennetta Langka,...
Es Krim Viennetta Langka, Gapmmi Pastikan Tak Ada Penimbunan
Pengusaha Mamin Ingin...
Pengusaha Mamin Ingin Kepastian Pasokan Gas bagi Industri
Konsumsi Lemah Dihantam...
Konsumsi Lemah Dihantam Covid-19, Industri Mamin Terkoreksi
Kemenperin Pastikan...
Kemenperin Pastikan Industri Mamin Jalani Pemulihan Produktivitas
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved