Pemerintah Didesak Segera Susun Roadmap Hilirisasi Mineral

Rabu, 08 Februari 2017 - 18:43 WIB
Pemerintah Didesak Segera...
Pemerintah Didesak Segera Susun Roadmap Hilirisasi Mineral
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta segera menyusun peta jalan atau roadmap hilirisasi mineral. Pasalnya roadmap terkait peningkatan nilai tambah berbeda dengan hilirisasi.

"Pemerintah sebaiknya membedakan hilirisasi dengan nilai tambah. Hilirisasi seharusnya dibedakan dan tidak dibebankan dengan pemegang izin usaha pertambangan," ujar Ketua Asosiasi Pertambangan Bauksit dan Bijih Besi Indonesia (APB3EI) Erry Sofyan di Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Dia meminta pemerintah menaruh perhatian besar pada industri hilir. Menurutnya, roadmap industri berbasis mineral logam sangat penting karena pemegang IUP telah melaksanakan kewajiban peningkatan nilai tambah sesuai amanat Undang-Undang Minerba. "Sudah seharusnya hilirisasi dimulai dan dilakukan Kementerian Perindustrian," katanya.

Menurutnya, program meningkatkan nilai tambah pelaku usaha tambang bauksit telah berjalan dengan melaksanakan grading, washing, dan screening. Namun sejauh ini belum memiliki kemampuan hilirisasi dengan membangun industri berbasis mineral bauksit.

Sementara, Ketua DPP Partai Hanura Sudewo menuturkan, hasil pengolahan di sektor pertambangan yang dilakukan pemegang IUP diperlukan untuk mewujudkan industri logam dasar, di mana kegiatan industri ini di luar kegiatan pertambangan.

Sebab itu, pemerintah perlu mengatur lebih lanjut pengelolaan industri logam dasar pada sektor lain. Saat ini, investor smelter mayoritas dikuasai asing, sehingga hasil smelter di Indonesia tetap dijual ke China, Jepang, atau Korea Selatan (Korsel).

Seperti produk smelter nikel yakni nikel matte atau ferronikel yang diekspor ke negara-negara tersebut. "Kemudian kita mengimpor lagi dalam bentuk produk jadi yang sudah pasti lebih mahal. Jika kita ingin mendapatkan nilai tambah yang lebih besar, maka harus dibangun industri hilir yang siap mengolah produk smelter," terangnya.

Dengan adanya industri hilir, pemerintah dapat mengurangi impor barang jadi berbasis mineral logam dan memperkokoh perekonomian negara. Dia mengingatkan keberhasilan pembangunan industri berbasis mineral logam butuh peran besar pemerintah melalui BUMN.

"Saya mendorong pemerintah untuk membuat roadmap pembangunan industri logam dasar untuk kedaulatan mineral logam di bawah Kementerian Perindustrian guna mewujudkan program hilirisasi," tutupnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Setop Ekspor Bauksit,...
Setop Ekspor Bauksit, Jokowi: Kita Tidak Lagi Jual Bahan Mentah!
Poin Penting Harmonisasi...
Poin Penting Harmonisasi RUU Minerba dengan Omnibus Law Disepakati
Revisi UU Minerba Resmi...
Revisi UU Minerba Resmi Ditetapkan Sebagai Undang-Undang
Taipan Batubara Disebut...
Taipan Batubara Disebut Muluskan Jalan Pengesahan UU Minerba
UU Minerba Akan Digugat...
UU Minerba Akan Digugat ke MK, Berikut Poin-poin Pasal Bermasalah
Mineral Kritis Bisa...
Mineral Kritis Bisa Jadi Nilai Tawar RI usai Kena Tarif Impor AS 32%
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved