Saham AS Menguat Lima Hari Beruntun Berkat Trump

Kamis, 16 Februari 2017 - 09:22 WIB
Saham AS Menguat Lima...
Saham AS Menguat Lima Hari Beruntun Berkat Trump
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street pada penutupan perdagangan Rabu (15/2) waktu AS, menguat. Posisi tinggi ini merupakan untuk kelima harinya secara berturut-turut berkat kebijakan Presiden Donald Trump.

Melansir dari CNBC, Kamis (16/2), pasar bereaksi positif seiring promosi agenda ekonomi oleh Trump. “Pasar bereaksi positif seiring semakin dekatnya pengumuman kebijakan yang pro bisnis dari Trump. Dan selama fokus pada hal itu, pasar akan terus lebih tinggi,” ujar Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 107,45 poin atau 0,52% ke level 20.611,86, dengan saham Procter & Gamble memberi kontribusi besar, dengan naik 3,7%.

Indeks S & P 500 ditutup naik 11,67 poin atau 0,5% pada posisi 2.349,25 dan indeks Nasdaq bertambah 36,87 poin atau 0,64% ke 5.819,44.

Wall Street kembali mencetak rekor setelah sepanjang tahun ini bergerak sideways, sampai Trump mengatakan pemerintah akan merilis rencana pemangkasan pajak. Dan juga meningkatnya beberapa data perekonomian AS di bulan Januari.

Data ekonomi Rabu kemarin, indeks harga konsumen (CPI) naik 0,6% pada Januari, lebih dari yang diperkirakan. Ini kenaikan bulanan terbesar sejak Februari 2013. Dan dalam 12 bulan, CPI naik 2,5%, pencapaian terbesar sejak Maret 2012.

Setelah kenaikan laporan inflasi, ekonom dari Goldman Sachs dan JPMorgan berharap The Fed menaikkan suku bunga sesegera mungkin pada Maret atau Mei mendatang.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
29 menit yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
45 menit yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
1 jam yang lalu
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
1 jam yang lalu
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
2 jam yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved