Harga Komoditas Membaik, Ekspor RI Januari Ikut Cerah

Kamis, 16 Februari 2017 - 14:02 WIB
Harga Komoditas Membaik,...
Harga Komoditas Membaik, Ekspor RI Januari Ikut Cerah
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor Indonesia pada Januari 2017 melonjak 27,71% dibanding periode sama tahunn lalu menjadi USD13,38 miliar. Hal ini salah satunya ditopang harga komoditas yang mulai membaik di pasar global.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, kenaikan ekspor Indonesia pada periode ini sangat signifikan. Sebab, harga komoditas telah mengalami perbaikan sejak kuartal IV/2016.

"Kalau dibanding Januari 2016 kenaikannya sangat signifikan, yaitu 27,71%. Kita tahu bahwa pada triwulan IV/2016 terjadi peningkatan harga komoditas baik migas maupun nonmigas," kata dia di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Menurutnya, kenaikan ekspor ini juga ditopang oleh pemulihan ekonomi yang terjadi di beberapa negara tujuan ekspor Indonesia, seperti China dan Amerika Serikat (AS). Diharapkan, ke depannya harga komoditas akan semakin membaik sehingga akan berpengaruh terhadap nilai ekspor Indonesia.

"Perkembangan ekspor dari bulan ke bulan, nilai total ekspor selama Januari 2017 itu USD13,38 miliar. Kalau dibanding Januari 2015 dan Januari 2016 masih lebih tinggi. Januari 2015 itu USD13,24 miliar dan Januari 2016 sebesar USD10,48 miliar," imbuh Suhariyanto.

Jika dilihat berdasarkan sektor, maka ekspor terbesar disumbangkan barang yang berasal dari industri pengolahan. Pada Januari 2016, ekspor barang industri pengolahan mencapai USD7,82 miliar dan saat ini naik menjadi USD9,87 miliar.

"Kemudian barang tambang lainnya naik 50,37%, pertanian naik 11,64%. Untuk ekspor hasil pertanian yang meningkat besar itu sayur, kopi, sarang burung. Untuk ekspor industri pengolahan yang meningkat tajam adalah minyak kelapa sawit, margarin, industri bahan kimia, besi baja dan industri karet," tutu dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PPKM Darurat Tak Akan...
PPKM Darurat Tak Akan Menghentikan Laju Surplus Neraca Perdagangan
Jaga Rekor 43 Bulan...
Jaga Rekor 43 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI November 2023 Cetak Surplus USD4,62 Miliar
Hebat, Neraca Dagang...
Hebat, Neraca Dagang Indonesia Suplus 29 Bulan Beruntun hingga September
Impor Tinggi, Neraca...
Impor Tinggi, Neraca Dagang Diramal Masih Bisa Surplus Tipis
Neraca Dagang November...
Neraca Dagang November 2020 Diproyeksi Cetak Surplus USD3,11 Miliar
Neraca Dagang RI Surplus,...
Neraca Dagang RI Surplus, Menang Lawan AS tapi Keok Vs Korsel
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved