BI Pede Suku Bunga AS Hanya Naik Dua Kali Tahun Ini
Kamis, 16 Februari 2017 - 19:52 WIB
BI Pede Suku Bunga AS Hanya Naik Dua Kali Tahun Ini
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meyakini tingkat suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (Fed Fund Rate) hanya akan naik sebanyak dua kali tahun ini. Meskipun banyak pihak yang memperkirakan Gubernur The Fed Jannet Yellen akan menaikkan tingkat suku bunganya sebanyak tiga kali di 2017 ini.
(Baca Juga: Gubernur The Fed: Waktunya Naikkan Suku Bunga AS )
Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan yang terjadi di Negeri Paman Sam -julukan AS-. Apalagi, tingkat inflasi di AS saat ini sudah sesuai dengan proyeksi serta perkembangan ketenagakerjaan di negara tersebut pun terus mengalami perbaikan.
"Kita memahami bahwa di AS itu mereka sudah mencapai tingkat inflasi sebagaimana rencana dan proyeksi mereka. Dan malah sudah lebih dari 2%. Dan kita juga menyimak perkembangan ketenagakerjaan atau employement dimana perkembangannya menunjukkan kondisi yang baik," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (16/2/2017).
Mantan Bos Bank Mandiri ini mengakui, dalam pidatonya beberapa waktu lalu Yellen juga memberikan sinyal bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan lebih awal. Namun, BI masih tetap dalam keyakinan bahwa The Fed hanya akan naik dua kali tahun ini.
"Kita akan menyimak apa akan ada peningkatan Fed lebih awal. Sementara ini kita masih merasa akan naik dua kali. Dan kalau Fed meningkat tentu itu faktor yang kita perhatikan," imbuh dia.
Agus menambahkan, pihaknya juga akan terus memantau arah kebijakan fiskal AS di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump. Sebab, ada indikasi Trump akan melakukan relaksasi terhadap aturan di sistem keuangan.
"Hal seperti ini akan berdampak pada stabilitas keuangan dunia dan berdampak kepada Indonesia. Sejauh ini, dari kajian yang kita lakukan selama dua hari, ekonomi Indonesia dalam keadaan terjaga. Stabilitas terjaga dan ada kecenderungan pertumbuhan ekonomi yang membaik," paparnya.
(Baca Juga: Gubernur The Fed: Waktunya Naikkan Suku Bunga AS )
Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan yang terjadi di Negeri Paman Sam -julukan AS-. Apalagi, tingkat inflasi di AS saat ini sudah sesuai dengan proyeksi serta perkembangan ketenagakerjaan di negara tersebut pun terus mengalami perbaikan.
"Kita memahami bahwa di AS itu mereka sudah mencapai tingkat inflasi sebagaimana rencana dan proyeksi mereka. Dan malah sudah lebih dari 2%. Dan kita juga menyimak perkembangan ketenagakerjaan atau employement dimana perkembangannya menunjukkan kondisi yang baik," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (16/2/2017).
Mantan Bos Bank Mandiri ini mengakui, dalam pidatonya beberapa waktu lalu Yellen juga memberikan sinyal bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan lebih awal. Namun, BI masih tetap dalam keyakinan bahwa The Fed hanya akan naik dua kali tahun ini.
"Kita akan menyimak apa akan ada peningkatan Fed lebih awal. Sementara ini kita masih merasa akan naik dua kali. Dan kalau Fed meningkat tentu itu faktor yang kita perhatikan," imbuh dia.
Agus menambahkan, pihaknya juga akan terus memantau arah kebijakan fiskal AS di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump. Sebab, ada indikasi Trump akan melakukan relaksasi terhadap aturan di sistem keuangan.
"Hal seperti ini akan berdampak pada stabilitas keuangan dunia dan berdampak kepada Indonesia. Sejauh ini, dari kajian yang kita lakukan selama dua hari, ekonomi Indonesia dalam keadaan terjaga. Stabilitas terjaga dan ada kecenderungan pertumbuhan ekonomi yang membaik," paparnya.
(akr)
Lihat Juga :