Rupiah Diramal Kembali Tertekan

Rabu, 22 Februari 2017 - 08:10 WIB
Rupiah Diramal Kembali...
Rupiah Diramal Kembali Tertekan
A A A
JAKARTA - Kembali naiknya laju dolar Amerika Serikat (USD) menjelang rilis FOMC meeting dapat membuka peluang penguatan lanjutan. Dengan demikian, tentu laju rupiah dapat kembali tertekan.

Ditambah lagi, dari dalam negeri belum ada sentimen positif yang dapat menahan dan mengimbangi penguatan laju USD tersebut, sehingga dapat diperkirakan laju rupiah berpotensi kembali tertekan.

"Tetap perlu dicermati imbas dari pergerakan sejumlah mata uang Asia lainnya terhadap laju USD dan data-data ekonomi lainnya serta antisipasi terhadap perubahan arah rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Reza memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support yang berada di level Rp13.390/USD dan resisten Rp13.348/USD. Sementara, aksi tunggu dari pelaku pasar terhadap sinyal waktu untuk kenaikan suku bunga acuan The Fed kembali membuat laju USD kemarin mengalami kenaikan.

Pada Rabu waktu AS setempat akan dirilis FOMC meeting di mana pasar telah menantikan sinyal dari The Fed akan potensi kenaikan tersebut. Meski belum terlalu jelas bagaimana hasil dari FOMC meeting tersebut namun, tampaknya pasar telah merespons dan mengantisipasi dengan kembali memburu USD.

"Di sisi lain, laju euro yang melemah setelah sentimen dari kekhawatiran penyelenggaraan pemilu Presiden Prancis dan Brexit berakibat pada laju USD yang kembali naik dan berimbas pada sejumlah mata uang lainnya, termasuk rupiah yang melanjutkan pelemahannya," pungkas Reza.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
1 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
2 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
2 jam yang lalu
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
3 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Kembali...
Donald Trump Kembali Memperpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved