Buntut Kisruh di Indonesia, Harga Saham Freeport Anjlok

Sabtu, 25 Februari 2017 - 15:16 WIB
Buntut Kisruh di Indonesia,...
Buntut Kisruh di Indonesia, Harga Saham Freeport Anjlok
A A A
JAKARTA - Harga saham Freeport-McMoRan Inc (FCX), yang merupakan induk saham PT Freeport Indonesia anjlok pada penutupan perdagangan di bursa saham New York, jumat waktu Indonesia‎ (24/2/2017). Hal ini menjadi buntut dari kisruh kontrak Freeport yang ada di Indonesia.

Dikutip dari Bloomberg, harga saham FCX‎ turun 0,23 poin dari penutupan perdagangan hari sebelumnya menjadi USD13,25 per lembar saham. Sebelumnya, harga saham FCX berada di posisi USD13,48 per lembar saham.

Head of Analys MNC Securities Edwin Sebayang mengungkapkan, jatuhnya harga saham Freeport-McMoRan di bursa saham New York terjadi karena perseteruan yang masih bergulir antara pemerintah Indonesia dengan Freeport.

"Iya. Saya perkirakan (anjloknya saham FCX) terkait perseteruan dengan pemerintah Indonesia," katanya kepada SINDOnews di Jakarta, Sabtu (25/2/2017).

Dia memperkirakan, hingga 120 hari ke depan, saham FCX masih akan terus naik dan turun. Namun trennya ke depan terus menurun, jika dalam 120 hari ke depan tidak ada titik temu antara pemerintah dan Freeport.

"Perkiraan saya sampai 120 hari ke depan. Kecuali jika sebelum 120 hari ke depan sudah ada kejelasan penyelesaian konflik tersebut," imbuh dia.

Sayangnya, Edwin mengaku tidak bisa memperkirakan berapa persentase kemungkinan anjloknya saham FCX. "Untuk persentase tepatnya saya tidak dapat memperkirakannya," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merdeka Copper Gold...
Merdeka Copper Gold Kucurkan Rp90,5 Miliar untuk Ngebor di Tiga Lokasi
Merdeka Copper Gold...
Merdeka Copper Gold Teken Pembentukan Perusahaan Patungan Proyek AIM di Morowali
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
1 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
2 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
4 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
4 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
5 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
5 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved