Dosa Masa Lalu Freeport Bisa Jadi Pegangan Pemerintah di Arbitrase

Sabtu, 25 Februari 2017 - 20:05 WIB
Dosa Masa Lalu Freeport...
Dosa Masa Lalu Freeport Bisa Jadi Pegangan Pemerintah di Arbitrase
A A A
JAKARTA - Aggota Komisi VII DPR Satya W Yudha membeberkan dosa masa lalu yang dilakukan PT Freeport Indonesia, yang bisa dijadikan pegangan pemerintah jika raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut menggugat pemerintah ke arbitrase internasional.

Freeport berencana mengajukan arbitrase, jika dalam 120 hari ke depan tidak ada titik temu dalam perundingan dengan pemerintah.

Dia mengaku optimis pemerintah Indonesia akan menang dalam menghadapi tuntutan arbitrase jika merunut pada dosa-dosa yang dilakukan Freeport. Apalagi, Indonesia juga berpengalaman dalam memenangkan gugatan dalam sidang arbitrase di tingkat internasional.

"Indonesia jarang kalah arbitrase, cuma kompensasi yang harus dibayar," katanya dalam acara Polemik SINDO Trijaya FM di Jakarta,‎ Sabtu (25/2/2017).

Menurut Satya, dosa yang dilakukan Freeport yaitu tidak konsisten dalam menjalankan kontrak yang telah disepakati dengan pemerintah Indonesia. Diantaranya adalah tidak menjalankan kewajiban pelepasan saham (divestasi) sebesar 51% ke pemerintah pada 2011, dan sampai saat ini saham Freeport Indonesia yang dimiliki pemerintah Indonesia hanya 9,36%.‎

"Divestasi harus selesai 51% pada 2011 tapi tidak ada. Kalau pemerintah mau memperkarakan, di forum arbitrase banyak juga dosa Freeport,"‎ ungkapnya.

Selain itu, sambung politikus Golkar ini, raksasa tambang asal AS itu juga tidak patuh pada hukum perundangan yang telah dibuat pemerintah Indonesia. Dalam dokumen Kontrak Karya pasal 23 ayat 2 dimana Freeport Indonesia wajib mematuhi undang-undang yang ada.

"Yang bikin terkejut, KK menghormati peraturan undang-undang yang ada, ini pasal cukup sakti melindungi kedaulatan Indoneia. Ini tentu penghormatan KK untuk mematuhi hukum publik," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
11 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved