Posisi Pemerintah Kuat Lawan Freeport di Arbitrase

Senin, 27 Februari 2017 - 14:18 WIB
Posisi Pemerintah Kuat...
Posisi Pemerintah Kuat Lawan Freeport di Arbitrase
A A A
JAKARTA - Posisi pemerintah diyakini sangat kuat saat berhadapan dengan PT Freeport Indonesia di mahkamah arbitrase internasional menurut Ketua Dewan Pembina DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan. Pasalnya, pemerintah punya pegangan bahwa setiap peraturan yang dibuat harus ditaati oleh Freeport.

(Baca Juga: Otto Hasibuan Beberkan Pelanggaran Kontrak yang Dilakukan Freeport )

Dia mengatakan, klausul yang ada dalam perjanjian kontrak karya (KK) antara pemerintah dan Freeport tersebut menjadi keuntungan bagi Indonesia. Dalam perjanjian tersebut, raksasa tambang tersebut memang harus menaati peraturan yang dibuat pemerintah dari waktu ke waktu.

"Jadi jangan dianggap pemerintah membuat peraturan baru dan dianggap ini tidak nyaman dong Freeport. Kan seakan begitu kesannya. Tidak seperti itu. Kita juga mau memberikan kenyamanan kepada investor, tapi kalau investor tidak memberikan kebaikan buat bangsa bagaimana," katanya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (27/2/2017).

(Baca Juga: Lawan Freeport, Jonan Tancap Gas Kumpulkan Para Advokat )

Menurutnya, adalah hal yang wajar jika pemerintah ingin menjadi penguasa mayoritas tambang Grasberg di Papua, setelah puluhan tahun dikeruk Freeport. Dia pun yakin pemerintah bisa membeli saham yang harus didivestasikan Freeport nantinya, yaitu sebesar 51%. "Divestasi saham ini paling berapa sih, mungkin Rp40 triliun. Masa pemerintah Indonesia enggak sanggup. Jadi saya pikir enggak ada kekhawatiran kita untuk itu," imbuh dia.

Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso ini meminta seluruh komponen bangsa untuk bersatu mendukung pemerintah melawan Freeport. Kasus ini, kata dia, akan menjadi tonggak ketegasan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan asing yang menanamkan modal di Tanah Air.

"Seluruh komponen bangsa harus bersatu padu dan berjuang, karena ini menjadi masterpiece nya. Kalau disini kita jadi masalah terus, otomatis yang lain juga bisa masalah. Jadi kemerdekaan, kedaulatan bangasa itu harus kita pertahankan tanpa harus merugikan kepentingan investor yang lain," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
15 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
15 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
29 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
35 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
52 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
58 menit yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved