DPR Minta Pemerintah Cari Terobosan Tingkatkan Penerimaan Negara

Rabu, 01 Maret 2017 - 20:02 WIB
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Cari Terobosan Tingkatkan Penerimaan Negara
A A A
JAKARTA - DPR RI mendesak pemerintah mencari terobosan dalam meningkatkan penerimaan negara sebagai upaya menekan defisit APBN sebesar 2,41% dari PDB pada tahun 2017.

Ketua DPR RI Setya Novanto menjelaskan bahwa pemerintah harus mencari terobosan dalam meningkatkan penerimaan negara dan menempatkan reformasi perpajakan sebagai agenda utama dalam menekan defisit anggaran.

"Untuk memastikan defisit dalam batas aman sesuai Undang-undang, maka perlu memastikan optimalisasi penerimaan negara," kata Setya dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Di tempat terpisah, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pemerintah akan terus berusaha memperbaiki kinerja penerimaan dan mengharapkan dukungan dari DPR terkait reformasi yang akan dilakukan Kementerian Keuangan.

Berbagai strategi optimalisasi penerimaan negara, termasuk ekstensifikasi barang kena cukai menjadi pertimbangan Kementerian Keuangan. Dia pun menjelaskan bahwa kontribusi penerimaan cukai di Indonesia masih didominasi oleh cukai tembakau.

"Untuk cukai basisnya kan masih sangat sedikit. Sekarang ini yang paling menonjol dan diomongkan adalah tembakau," tutur Sri Mulyani.

Sebelumnya, pemerintah telah mengusulkan penerapan cukai untuk plastik. Namun, sampai saat ini wacana tersebut belum terealisasi. Sri Mulyani menceritakan penerapan cukai plastik di negara lain untuk mengurangi penggunaan plastik yang berdampak langsung terhadap lingkungan.

"Di negara lain, cukai program yang didesain untuk disinsentif konsumsi. Kalau ingin kurangi konsumsi yang kurang baik seperti plastik," jelas Sri Mulyani.

Anggota Komisi XI DPR RI, M Misbakhun juga menyampaikan persetujuannya mengenai penambahan objek cukai. Dia mengaku sudah mendapat informasi rencana penambahan objek cukai, yakni plastik. Dalam konteks itu, Misbakhun mengatakan, Ditjen Bea Cukai seharusnya tak sekadar mengajukan satu objek, tapi beberapa objek. Usulan itu disampaikan Misbakhun dalam rapat dengar pendapat jajaran Ditjen Bea dan Cukai dengan Komisi XI DPR.

"Saya setuju kalau Ditjen menambah banyak cukai, supaya tak hanya mengurusi rokok. Saya siap galang teman-teman di DPR agar disetujui," kata Misbakhun.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Profesor Ini Sebut Kontribusi...
Profesor Ini Sebut Kontribusi Industri Rokok ke Pendapatan Negara Itu Kecil
Cukai Rokok Naik, Negara...
Cukai Rokok Naik, Negara Bidik Rp173 T
Profesor Ini Bongkar...
Profesor Ini Bongkar Mitos Cukai Rokok Bukan Kontribusi Industri
Roadmap Simplifikasi...
Roadmap Simplifikasi CHT Bisa Tambah Penerimaan Negara Rp17,5 T
Duh Kasihan Sama Rokok,...
Duh Kasihan Sama Rokok, Banyak Dibenci tapi Disayang
Beredar di Majalengka,...
Beredar di Majalengka, 8.500 Batang Rokok Ilegal Disita Petugas
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
3 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
3 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
4 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
4 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
5 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved