Penunjukan Luhut Pimpin Sidang World Bank-IMF Dinilai Berbahaya

Senin, 06 Maret 2017 - 12:45 WIB
Penunjukan Luhut Pimpin...
Penunjukan Luhut Pimpin Sidang World Bank-IMF Dinilai Berbahaya
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menilai penunjukan Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pimpinan sidang tahunan (annual meeting) World Bank dan International Monetary Fund (IMF) sangat berbahaya.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai, Luhut tidak memiliki kapasitas di bidang perekonomian untuk memimpin sidang dengan skala sebesar itu.

(Baca: Luhut Pimpin Sidang World Bank-IMF Dinilai karena Unsur Kedekatan )

Menurutnya, dalam pertemuan tingkat dunia seperti itu biasanya akan diakhiri dengan kesepakatan atau penandatanganan memorandum of understanding (MoU). Penunjukkan orang yang tidak tepat untuk memimpin pertemuan tahunan tersebut akan berbahaya di masa akan datang.

"Kan setelah sidang seperti itu biasanya ada kesepakatan atau MoU, kalau World Bank biasanya kan ada kesepakatan sejumlah pinjaman. Ranahnya yang tepat itu Kementerian bidang Perekonomian, ke Pak Darmin atau Bu Sri Mulyani (menteri keuangan). Ini jadi pertanyaan," kata dia saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (6/3/2017).

Bhima mengatakan, hal ini juga akan menjadi tanda tanya besar di lingkungan Kementerian bidang Perekonomian. Hal ini juga tentu akan menimbulkan ketidakpercayaan di internal kementerian.

"Kenapa kok bukan kita yang dipilih, tapi orang lain hanya karena dia dekat dengan Presiden. Ini menimbulkan ketidakpercayaan di internal pos-pos Kementerian bidang Ekonomi," imbuhnya. dia.

Keputusan ini membuat masyarakat beropini bahwa Presiden Joko Widodo tidak percaya dengan kapasitas Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, untuk memimpin sidang tersebut.

"Ya kalau kita lihat artinya terjadi opini yang berkembang begitu. Karena seharusnya dipimpin orang teknisnya langsung. Ada Ibu Sri Mulyani juga yang berpengalaman di Bank Dunia. Harusnya dua orang ini yang lebih pas meng-handle, bukan menteri yang tidak berhubungan," tutur Bhima.

Diberitakan sebelumnya, Indef menilai bahwa penunjukan Luhut ini lantaran adanya faktor kedekatan Luhut dengan Presiden Jokowi.

Hal tersebut, lanjut Bhima, sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa Jokowi memang memiliki kedekatan dengan mantan Kepala Staf Kepresidenan tersebut.

Baca Juga:

Luhut Pimpin IMF World Bank Meeting Atas Perintah Jokowi
Luhut Dinilai Tidak Tepat Jadi Pimpinan Sidang World Bank dan IMF

(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank Dunia hingga IMF...
Bank Dunia hingga IMF Ramal Ekonomi RI Positif, Wapres Minta Ini ke Dunia Usaha
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Berbincang dengan Jokowi,...
Berbincang dengan Jokowi, Bos IMF Sebut Indonesia adalah Source of Hope
IMF Prediksi Ekonomi...
IMF Prediksi Ekonomi RI Tempati Peringkat 4 Dunia, Erick Thohir: Harus Jadi Kenyataan
IMF Proyeksi Ekonomi...
IMF Proyeksi Ekonomi RI Hanya 0,5% di 2020
Sri Mulyani: Ekonomi...
Sri Mulyani: Ekonomi Global Mulai Bangkit, tapi Bukan Tanpa Risiko
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
11 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar 19 Pemain Timnas...
Daftar 19 Pemain Timnas Futsal Indonesia di 4Nations World Series
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved