Komentar Tim Pansel Soal Transparansi Seleksi Komisioner OJK

Senin, 06 Maret 2017 - 23:01 WIB
Komentar Tim Pansel...
Komentar Tim Pansel Soal Transparansi Seleksi Komisioner OJK
A A A
JAKARTA - Seleksi calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memasuki tahap III. Berbagai isu merebak mulai dari pemilihan panitia seleksi yang dianggap kurang transparan hingga komposisi gender antara laki-laki dan perempuan yang mendominasi nama-nama calonnya.

Menanggapi hal tersebut, tiga pimpinan kementerian dan lembaga, yakni Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, memiliki pandangan masing-masing.

Menko Darmin menjelaskan setiap calon memiliki kelebihan dan kekurangan, maka tim pansel tidak dapat membandingkan satu dengan yang lain.

"Kualitas yang mendaftar, kami tidak mudah menjawab mana yang lebih baik. Ya, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Apalagi kalau mulai membanding-bandingkan sekian puluh orang, itu betul-betul tidak berdasar untuk mencoba membandingkannya," ujarnya, Senin (6/3/2017).

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan, Pansel akan mendalami kriteria calon DW OJK berdasarkan beberapa hal yang menjadi ketentuan dari pansel.

"Tentu akan didalami paling tidak know how, knowledge dari pejabat itu. Kedua, pengalaman dan rekam jejak. Ketiga, kompetensi. Keempat, kepribadian tentu termasuk karakter. Di keempat itu kami cari know how, experience dan kami yakini cocok untuk posisi, faktor kompetensi dan kepribadian karakternya," katanya.

Di sisi lain, Sri Mulyani sempat mengatakan, tidak ada deskridit terhadap situasi di mana calon laki-laki lebih banyak dari perempuan. Dia mengatakan, pansel menginginkan Dewan Komisioner yang terbaik.

"Ya, pada dasarnya kami semua, pansel, mencari DK OJK yang memang betul-betul terbaik," ujarnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Komjen Pol Chryshnanda...
Profil Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved