Perundingan Pemerintah dan Freeport Masih Buntu

Rabu, 08 Maret 2017 - 20:36 WIB
Perundingan Pemerintah...
Perundingan Pemerintah dan Freeport Masih Buntu
A A A
JAKARTA - Perundingan antara pemerintah dan PT Freeport Indonesia terkait kasus Kontrak Karya Freeport hingga kini masih menemui jalan buntu. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih terus melakukan perundingan dengan raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot mengungkapkan, saat ini memang belum ada kesepakatan apapun antara pemerintah dengan Freeport. Kedua belah pihak masih saling bertukar informasi sebelum pada akhirnya memperoleh kesepakatan.

"Belum (kesepakatan dengan Freeport). Yang dibahas itu belum totally selesai. Jadi kita masih dalam saling memberikan informasi masing-masing. Nanti ada pertemuan lagi. Pembahasannya tetap saja sama. Pokoknya masing-masing substansi yang biasa diomongkan oleh substansi masing-masing," katanya usai rapat dengan Freeport di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Bambang pun enggan membocorkan hasil pertemuan antara pemerintah dengan Freeport hari ini. Namun dia tak menampik bahwa saat ini telah ada perkembangan terkait perundingan tersebut.

"Yang tadi ya progres sedikit-sedikit ada. Enggak perlu sekaranglah. Kalau saya sebutkan malah jadi batal dia. Belum tentu setuju dia tapi arahnya positif," imbuh dia.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji menuturkan, perundingan antara Freeport dengan pemerintah akan dilakukan selama enam bulan ke depan. Meskipun, Freeport sendiri memberikan waktu hanya sekitar 120 hari untuk berunding dengan pemerintah.

"Kita ngasih waktu enam bulan lah. Dia ngasih waktu 120 hari karena berdasarkan Kontrak Karya pasal 21 angka 2. Tapi yang kita sepakati enam bulan untuk mencari penyelesaian," tuturnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada kesepakatan antara Freeport dan pemerintah. Pada 27 Februari 2017 lalu, Freeport baru menyampaikan konsep dan posisinya terkait kontrak tersebut.

"Tapi konsep itu belum di tandatangani secara resmi sama yang punya kewenangan untuk menandatangani. Dia sudah menyampaikan posisinya. Ada beberapa poin, tapi saya belum bisa sampaikan di sini," jelasnya.

Teguh menceritakan pada hari Minggu dikumpulkan oleh sama Menteri ESDM Ignasius Jonan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, untuk memberikan counter concept. "Ini yang akan terus kita bahas. Jadi intinya ada dua, penyelesaian jangka pendek dan jangka panjang," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Freeport Teriak Izin...
Freeport Teriak Izin Ekspor Belum Terbit, Begini Jawaban Kementerian ESDM
Telan Dana USD1,5 Miliar,...
Telan Dana USD1,5 Miliar, Progres Smelter Freeport Capai 34,9%
7 Pekerja Freeport Terjebak...
7 Pekerja Freeport Terjebak Longsor di Tambang Bawah Tanah, ESDM Pastikan Penanganan Cepat
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Baru 6%, DPR: Akal-akalan Saja!
Freeport Terancam Tak...
Freeport Terancam Tak Bisa Ekspor Usai Juni 2023, Begini Perkaranya
Menteri ESDM Kirim Tim...
Menteri ESDM Kirim Tim Investigasi Terkait Kebakaran Smelter Freeport
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved