Merasa Disepelekan, Karyawan Freeport Kecewa dengan Luhut
Kamis, 09 Maret 2017 - 17:32 WIB
Merasa Disepelekan, Karyawan Freeport Kecewa dengan Luhut
A
A
A
JAKARTA - Karyawan PT Freeport Indonesia yang sejak pagi menyambangi kantor Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, mengaku kecewa dengan sikap Luhut Pandjaitan, yang seakan menyepelekan mereka.
Pasalnya, mereka mengaku telah menunggu sejak pagi namun Menko bidang Kemaritiman hanya menerima mereka di lobi kantor.
Juru Bicara Gerakan Solidaritas Peduli Freeport (GSPF) Virgo Solossa mengungkapkan, kedatangan mereka ke kantor Luhut bukan bermaksud meminta 51% saham yang harus didivestasikan Freeport kepada pemerintah. Mereka hanya meminta pemerintah segera memberikan kejelasan mengenai nasibnya.
"Kami dari pagi konfirmasi tapi hanya diterima di sini (di lobi) dan dibicarakan hal sepele. Kami enggak minta saham," katanya di kantor Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (9/3/2017).
Menurutnya, keinginan pemerintah agar Freeport dapat mendivestasikan sahamnya sebesar 51% akan sia-sia. Bahkan, mereka menyatakan akan menolak siapapun yang akan membeli dan mendapatkan saham divestasi tersebut.
"Ya, kami sampaikan keinginan pemerintah ingin 51% ibarat pemerintah ingin sesuatu yang belum kekejar. Siapapun yang ingin dapat saham, tak akan pernah. Kami akan jaga tambang itu, kami tak akan berikan tanah kami," tegas dia.
Salah seorang perwakilan pekerja Freeport lainnya, Bertha Julianus Ibo menegaskan, kedatangannya dari Papua ke Jakarta bukanlah untuk meminta jatah saham kepada pemerintah seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Timika. Mereka hanya meminta pemerintah memberikan kepastian kepada Freeport, karena hal tersebut akan berdampak pada nasib pekerjaan mereka.
"Kami ke sini tidak untuk minta saham. Polemik berkepanjangan ini harus diselesaikan karea korbannya kami sebagai karyawan. Kami meminta kepastian jaminan keberlangsungan hidup kami," tandasnya.
Pasalnya, mereka mengaku telah menunggu sejak pagi namun Menko bidang Kemaritiman hanya menerima mereka di lobi kantor.
Juru Bicara Gerakan Solidaritas Peduli Freeport (GSPF) Virgo Solossa mengungkapkan, kedatangan mereka ke kantor Luhut bukan bermaksud meminta 51% saham yang harus didivestasikan Freeport kepada pemerintah. Mereka hanya meminta pemerintah segera memberikan kejelasan mengenai nasibnya.
"Kami dari pagi konfirmasi tapi hanya diterima di sini (di lobi) dan dibicarakan hal sepele. Kami enggak minta saham," katanya di kantor Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (9/3/2017).
Menurutnya, keinginan pemerintah agar Freeport dapat mendivestasikan sahamnya sebesar 51% akan sia-sia. Bahkan, mereka menyatakan akan menolak siapapun yang akan membeli dan mendapatkan saham divestasi tersebut.
"Ya, kami sampaikan keinginan pemerintah ingin 51% ibarat pemerintah ingin sesuatu yang belum kekejar. Siapapun yang ingin dapat saham, tak akan pernah. Kami akan jaga tambang itu, kami tak akan berikan tanah kami," tegas dia.
Salah seorang perwakilan pekerja Freeport lainnya, Bertha Julianus Ibo menegaskan, kedatangannya dari Papua ke Jakarta bukanlah untuk meminta jatah saham kepada pemerintah seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Timika. Mereka hanya meminta pemerintah memberikan kepastian kepada Freeport, karena hal tersebut akan berdampak pada nasib pekerjaan mereka.
"Kami ke sini tidak untuk minta saham. Polemik berkepanjangan ini harus diselesaikan karea korbannya kami sebagai karyawan. Kami meminta kepastian jaminan keberlangsungan hidup kami," tandasnya.
(ven)
Lihat Juga :