Jokowi, Antara Dampak Rokok dan Kesejahteraan Petani

Selasa, 14 Maret 2017 - 20:38 WIB
Jokowi, Antara Dampak...
Jokowi, Antara Dampak Rokok dan Kesejahteraan Petani
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganggap masalah pertembakauan menyangkut dua aspek. Pertama, aspek melindungi masyarakat dari gangguan kesehatan dan generasi muda, khususnya anak-anak dari ketergantungan mengkonsumsi ‎rokok.

‎"Informasi yang saya terima, rokok menempati peringkat kedua konsumsi rumah tangga miskin. Dan rumah tangga miskin lebih memilih belanja rokok daripada belanja makanan bergizi," ungkap Jokowi dalam rapat terbatas (Ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Jokowi menuturkan, biaya hidup yang dikeluarkan untuk mengkonsumsi rokok dianggap besar dari biaya kehidupan sehari-hari bahkan untuk biaya untuk merawat kesehatan masyarakat.

"Dana yang dikeluarkan untuk tembakau 3,2 kali lebih besar dari pengeluaran telur dan susu, 4,2 kali dari pengeluaran beli daging, 4,4 kali dari biaya pendidikan, dan 3,3 kali lebih besar daripada biaya kesehatan," paparnya.

Menurut Jokowi, kondisi tersebut akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia yang akan datang. Menurutnya, dengan konsumsi tembakau yang tinggi, hal ini menyebabkan biaya kesehatan yang ditanggung negara akan meningkat.

"Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan tahun 2015, lebih dari 50 persen biaya pengobatan dihabiskan untuk membiayai penderita penyakit tidak menular, yang salah satunya disebabkan konsumsi rokok dan paparan asap rokok," ujarnya.

Aspek kedua, kata Jokowi, pemerintah juga ‎mengaku memiliki kewajiban memperhatikan kelangsungan hidup para petani tembakau. Sebab para petani tembakau hidupnya dari ladang tembakau yang mereka miliki.

Maka itu, dalam kesempatan ratas itu dirinya meminta laporan Menteri Pertanian, terkait langkah-langkah konkret yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani tembakau dalam upaya perbaikan.

"Terakhir, saya minta laporan Menteri Tenaga Kerja mengenai kondisi ketenagakerjaan dan perlindungan bagi pekerja pabrik di industri hasil tembakau," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Muncul Wacana Iklan...
Muncul Wacana Iklan Rokok Bakal Dihapus Bikin Was-was Industri Tembakau
Revisi Aturan Rokok...
Revisi Aturan Rokok Tidak Urgen: Apa Artinya Jika Industri Tembakau Dimatikan
Gelombang Penolakan...
Gelombang Penolakan Kenaikan Cukai Rokok di 2021 Makin Besar
Curhat Pekerja Rokok...
Curhat Pekerja Rokok Tembakau Tercekik Kenaikan Cukai di Tengah Pandemi
Produksi Tembakau Olahan...
Produksi Tembakau Olahan Diproyeksikan Merosot 16%
Jeritan Petani Tembakau...
Jeritan Petani Tembakau Saat Cukai Rokok Dikabarkan Naik 19%
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
4 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
5 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
6 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved