Dana Pihak Ketiga Tercatat Tumbuh 10,04%

Rabu, 15 Maret 2017 - 18:12 WIB
Dana Pihak Ketiga Tercatat...
Dana Pihak Ketiga Tercatat Tumbuh 10,04%
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10,04% per Januari 2017 (yoy), sedangkan pada Desember 2016 mencapai 9,60%. Sementara penyaluran kredit perbankan tumbuh sebesar 8,28% atau meningkat dari Desember 2016 yakni 7,87% yoy.

Pada periode yang sama, pertumbuhan piutang pembiayaan tercatat sebesar 6,67% yoy, juga dengan tren meningkat. "Penghimpunan dana oleh 12 emiten melalui pasar modal pada periode Januari-Februari 2017 tercatat sebesar Rp17,2 triliun," kata Deputi Komisioner Manajemen Strategis IA OJK, Imansyah dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Dari total penghimpunan dana di pasar modal tersebut, sebanyak 73,22% merupakan emiten di sektor perbankan dan perusahaan pembiayaan. Menurutnya, peningkatan intermediasi ini berlangsung dengan kualitas penyaluran dana yang tetap terjaga.

Dari sisi risiko kredit, per Januari 2017 rasio Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah, tercatat sebesar 3,09% (gross) dan 1,35% (net), sedangkan rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 3,17%. Begitu pula sisi permodalan masih berada pada level yang memadai.

Sedangkan Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan per Januari 2017 tercatat cukup tinggi sebesar 23,21%. "OJK memandang bahwa perekonomian Indonesia di tahun 2017 dapat tumbuh lebih tinggi," paparnya.

Namun, imbuh dia, ada beberapa downside risks yang perlu diperhatikan, di antaranya potensi kenaikan tekanan inflasi yang didorong oleh kenaikan tarif listrik dan faktor cuaca serta prospek kinerja sektor eksternal yang terekspos dengan penurunan harga beberapa komoditas andalan ekspor.

Di tengah upaya untuk meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan dalam mendukung pertumbuhan, OJK akan terus memantau berbagai perkembangan yang terjadi. Baik di tataran global maupun domestik, serta mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan agar tidak menimbulkan tekanan pada stabilitas sistem keuangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Optimistis Skema...
OJK Optimistis Skema Bantalan Likuiditas Efektif Jaga Perbankan
Tumbuh Positif, Aset...
Tumbuh Positif, Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp166,51 Triliun
OJK Pastikan Likuiditas...
OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Aman
OJK Kumpulkan 15 Bank...
OJK Kumpulkan 15 Bank Minta Revisi RBB Lebih Optimistis
Pastikan Perbankan Stabil...
Pastikan Perbankan Stabil dan Terjaga, OJK: Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved