Surplus Neraca Dagang, BI Terus Cermati Perkembangan Ekonomi
Kamis, 16 Maret 2017 - 10:32 WIB
Surplus Neraca Dagang, BI Terus Cermati Perkembangan Ekonomi
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara mengatakan, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus pada Februari 2017, terutama didukung oleh berlanjutnya surplus neraca perdagangan nonmigas. Dia menilai, surplus yang lebih rendah tersebut dipengaruhi oleh kenaikan defisit neraca perdagangan minyak dan gas bumi (migas) yang melampaui peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas.
"Surplus neraca perdagangan Indonesia yang tercatat sebesar USD1,32 miliar pada Februari 2017, lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar USD1,43 miliar," kata Tirta dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (16/3/2017).
Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Februari 2017 tercatat sebesar USD2,55 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang tercatat sebesar USD1,99 miliar. Sementara meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas sebesar USD1,31 miliar, melebihi penurunan ekspor nonmigas yang sebesar USD0,75 miliar.
Penurunan impor nonmigas terutama bersumber dari turunnya impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, senjata dan amunisi, serta perhiasan/permata. Sedangkan penurunan ekspor nonmigas terutama disebabkan oleh turunnya ekspor lemak dan minyak hewan/nabati bahan bakar mineral, besi dan baja, bijih, kerak, dan abu logam, serta tembaga.
Di sisi migas, defisit neraca perdagangan migas naik dari USD0,56 miliar pada Januari 2017 menjadi USD1,23 miliar pada Februari 2017. Kenaikan defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh peningkatan impor migas USD0,60 miliar, sementara ekspor migas mengalami penurunan sebesar USD0,07 miliar.
"Bank Indonesia memandang bahwa kinerja neraca perdagangan pada Februari 2017 adalah positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan," ujarnya.
Bank Indonesia terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, terutama yang dapat memengaruhi kinerja neraca perdagangan serta mengupayakan agar kegiatan ekonomi domestik terus berjalan dengan baik.
"Surplus neraca perdagangan Indonesia yang tercatat sebesar USD1,32 miliar pada Februari 2017, lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar USD1,43 miliar," kata Tirta dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (16/3/2017).
Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Februari 2017 tercatat sebesar USD2,55 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang tercatat sebesar USD1,99 miliar. Sementara meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas sebesar USD1,31 miliar, melebihi penurunan ekspor nonmigas yang sebesar USD0,75 miliar.
Penurunan impor nonmigas terutama bersumber dari turunnya impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, senjata dan amunisi, serta perhiasan/permata. Sedangkan penurunan ekspor nonmigas terutama disebabkan oleh turunnya ekspor lemak dan minyak hewan/nabati bahan bakar mineral, besi dan baja, bijih, kerak, dan abu logam, serta tembaga.
Di sisi migas, defisit neraca perdagangan migas naik dari USD0,56 miliar pada Januari 2017 menjadi USD1,23 miliar pada Februari 2017. Kenaikan defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh peningkatan impor migas USD0,60 miliar, sementara ekspor migas mengalami penurunan sebesar USD0,07 miliar.
"Bank Indonesia memandang bahwa kinerja neraca perdagangan pada Februari 2017 adalah positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan," ujarnya.
Bank Indonesia terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, terutama yang dapat memengaruhi kinerja neraca perdagangan serta mengupayakan agar kegiatan ekonomi domestik terus berjalan dengan baik.
(akr)
Lihat Juga :