Bandara NYIA, Paduan Budaya Jawa dan Internasional

Sabtu, 18 Maret 2017 - 00:09 WIB
Bandara NYIA, Paduan...
Bandara NYIA, Paduan Budaya Jawa dan Internasional
A A A
YOGYAKARTA - Yogyakarta sedang bergegas menuju kota megapolitan melalui pembangunan bandara baru: New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo. Kendati memiliki konsep desain modern, namun tidak melupakan budaya asli Yogyakarta. Bandara baru ini menjadi sebuah mahakarya seni terbaru di Yogyakarta.

Dalam acara Babar Gambar Bandara NYIA, terungkap konsep desain baru bandara yang diselenggarakan PT Angkasa Pura I. Konsep tersebut adalah perpaduan keselerasan sentuhan budaya Jawa dengan konsep modern dan internasional.

Airport Planning Group Head PT Angkasa Pura I, Yudha Prana Sugarda mengungkapkan, desain bandara baru sudah terpilih melalui sebuah kompetisi. Namun desain tersebut baru sekedar fisik semata, sehingga perlu ada ruh yang mencirikan konsep benar-benar Yogyakarta. Khususnya sebagai penanda bandara NYIA adalah Yogyakarta.

"Desain itu hanya raga, ruh ada di dalamnya. Nah ruh khusus Yogyakarta itu seperti apa? Ini yang akan kami wujudkan," tuturnya, Jumat (17/3/2017).

Oleh karena itu, dalam Babar Gambar Bandara Anyar NYIA, pihaknya menghadirkan seniman dan budayawan dari Yogyakarta. Harapannya, melalui kritik dan saran mereka nanti, ruh Ngayogyakarto dalam bandara baru nanti benar-benar bisa mereka dapatkan dalam bandara ini.

Pemenang Desain dari PT Virama Karya, Benyamin Aris Nugroho mengatakan ada satu hal yang tidak bisa dilakukan sendiri oleh PT Virama Karya dalam menghadirkan konsep Yogyakarta dalam bandara baru nanti. Sehingga pihaknya harus melibatkan olah rasa dan olah karsa dari budayawan, seniman serta pemangku kepentingan Yogyakarta untuk membuat rasa bandara benar-benar Yogyakarta.

Satu hal yang ingin dituangkan dalam konsep bandara ini yaitu sebuah ruh untuk memberi pengalaman kepada pengunjung ketika masuk hingga keluar bandara. Bukan sekadar dari bentuk arsitektur tetapi semangat agar bandara ini selalu melekat di hati penumpang, baik operasional, security, layanan, dan juga hal lainnya.

Menurutnya, bandara bukan bangunan ikonik yang harus mengadopsi sebuah proses transfer penumpang antar moda. Jadi bandara bukan hanya menjadi tujuan akhir. Sebagai sebuah gerbang, Bandara NYIA harus mencerminkan sebuah Kori Agung sebuah kawasan.

"Kami ingin mempresentasikan sebagai gerbang atau Kori Agung Ngayogyakarto Hadiningrat," terangnya.

Untuk itu, bandara ini memiliki nuansa filosofi dan arsitektur yang kental akan warna budaya Jawa. Dari sisi arsitektur, menghadirkan rengkuhan unik pesona batik dan memadukan dengan green concept serta integrasi teknologi modern, baik operasional dan pelayanan.

Selain itu, ada juga nuansa seni budaya Jawa untuk mereduksi tingkat stress penumpang. Diantaranya dengan merepresentasi desain Serat Ronggowarsito, pujangga besar Jawa abad 19. Selain itu ada desain interior yang memadukan nuansa Pantai Glagah dan Gumuk Pasir di bandara baru ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bandara Apresiasi Konsumen...
Bandara Apresiasi Konsumen Setia, Mobil Listrik Jadi Hadiah Loyalitas
Dihiasi Banyak Karya...
Dihiasi Banyak Karya Seni, Yogyakarta International Airport Sangat Instagramable
Waktu Tempuh Jauh Lebih...
Waktu Tempuh Jauh Lebih Singkat, Kereta Bandara YIA jadi Alternatif Menarik
Terminal A Bandara Adisutjipto...
Terminal A Bandara Adisutjipto Jogja Kembali Beroperasi
Kereta Bandara Internasional...
Kereta Bandara Internasional Yogyakarta Beroperasi Agustus, Segini Tarifnya
Bukan dari Pajak, Proyek...
Bukan dari Pajak, Proyek Pendukung Bandara NYIA Dibangun Pakai Sukuk Negara
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved