Dua BPR Bermasalah Dalam Pengawasan OJK

Kamis, 23 Maret 2017 - 04:23 WIB
Dua BPR Bermasalah Dalam...
Dua BPR Bermasalah Dalam Pengawasan OJK
A A A
SEMARANG - Dua Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masuk dalam pengawasan OJK Regional 3 karena kondisi tidak sehat. Rasio kecukupan modal dan kredit macet menjadi masalah yang dihadapi dua lembaga keuangan tersebut.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 3, Hizbullah mengungkapkan, dua BPR tersebut masuk dalam pengawasan khusus selama tiga bulan.

"Hal ini dipicu permasalahan utama adalah modal dan kredit macet. Selama pengawasan, khusus keduanya sedang diupayakan disehatkan dengan berbagai upaya," katanya di sela-sela 'Sosialisasi Ketentuan LPS kepada BPD Jateng, BPR dan BPRS di Hotel MG Setos, Rabu (22/3/2017).

Menurutnya, langkah yang dilakukan antara lain meminta pemegang saham untuk menambah modal hingga mencukupi persyaratan serta mencarikan investor untuk menambah modal BPR tersebut. Selama proses mencari investor masih ada waktu untuk diselamatkan.

Secara umum, menurut dia, BPR di wilayah pengawasan OJK KR 3 berada dalam kondisi cukup baik. Tercatat dari 334 BPR yang ada di Jateng dan Yogyakarta, hanya dua yang berada dalam kondisi kurang sehat. "Angka itu kurang dari satu persen, artinya sangat kecil,” ujarnya.

Dia melanjutkan, perkembangan perekonomian di Jawa Tengah juga dinilai cukup baik. Hal ini mempengaruhi BPR untuk tumbuh di area ini juga dinilai sangat potensial. Namun begitu, pengelola harus mengelola BPR ini dengan baik. "Jangan sampai ada penyalahgunaan kredit. Sejauh ini asal pengelola dan pemegang saham enggak macam-macam, BPR itu hidup," katanya.

Direktur Group Penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Agung Suprananto menambahkan, sejak berdiri pada 2005 lalu, telah menutup tujuh BPR yang berada di area Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pemicunya sebagian besar karena penyalahgunaan kredit.

"Terakhir mencabut izin BPR pada tahun 2015 lalu. Sepanjang tahun 2016 tidak ada, tahun ini harapannya juga tidak ada. Jikalau ada yang kurang sehat diupayakan untuk disehatkan kembali,” ujarnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dilikuidasi OJK, LPS...
Dilikuidasi OJK, LPS Bayar Klaim Nasabah BPR Abang Pasar
LPS Imbau Nasabah BPR...
LPS Imbau Nasabah BPR LPN Tapan yang Dilikuidasi Tak Terprovokasi
Ini Biang Kerok Penyebab...
Ini Biang Kerok Penyebab Bisnis BPR Alami Kebangkrutan
Sepanjang 2006-2020,...
Sepanjang 2006-2020, Sebanyak 103 BPR Terlikuidasi
Bank Bangkrut Bertambah...
Bank Bangkrut Bertambah Lagi, Kali Ini Terjadi di Purworejo
LPS Tak Sekadar Menjamin,...
LPS Tak Sekadar Menjamin, Tapi Juga Memberi Ketenangan
Berita Terkini
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
45 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
52 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved