Wall Street Berakhir Jatuh di Tengah Penundaan UU Kesehatan

Jum'at, 24 Maret 2017 - 08:34 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Jatuh di Tengah Penundaan UU Kesehatan
A A A
NEW YORK - Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan kemarin waktu setempat, setelah pemungutan suara Undang-undang (UU) Kesehatan ditunda. Kegagalan meloloskan UU kesehatan, telah membuat investor meragukan kemampuan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mewujudkan rencana ambisius merombak sistem perpajakan dan termasuk memperbesar investasi di sektor infrastruktur.

Sebelumnya kongres dijadwalkan tengah pekan ini bakal memutuskan UU Kesehatan, namun gagal mendapatkan cukup dukungan. Tercatat indeks S & P 500 telah melonjak 10% sejak pemilihan, terutama terimbas optimisme terkait janji-janji kampanye Trump untuk memberlakukan UU yang diyakini propebisnis.

Kegelisahan tentang RUU kesehatan pada sesi perdagangan, Selasa kemarin menyebabkan investor melakukan aksi jual untuk membuat S & P 500 mencetak posisi terburuk sejak pemilihan presiden. Sementara penundaan pengambilan suara pada sesi akhir Kamis, dampaknya relatif lebih ringan. Tujuh dari 11 indeks utama S & P mengalami penurunan dipimpin sektor energi yang menyusut 0,36%.

Tercatat pada perdagangan pasar saham AS kemarin waktu setempat, Dow Jones Industrial Average (DJI) berakhir turun 0,02% menjadi 20.656,58. Sedangkan indeks S & P 500 telah kehilangan 0,11% menjadi 2.345,96 saat komposit Nasdaq tergelincir 0,07% ke level 5.817,69.

Beberapa saham terlihat melemah di antaranya Google-parent Alphabet (GOOGL.O) jatuh 1,19% untuk menjadi hambatan terbesar indeks S & P 500 dan Nasdaq. Sekitar 6,4 miliar saham diperdagangkan pada bursa saham AS, di bawah rata-rata harian sebesar 7,1 juta selama 20 sesi perdagangkan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
29 menit yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
43 menit yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
1 jam yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
1 jam yang lalu
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
1 jam yang lalu
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
1 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved