Hipmi Dorong Pemerataan Dunia Usaha

Jum'at, 24 Maret 2017 - 18:35 WIB
Hipmi Dorong Pemerataan...
Hipmi Dorong Pemerataan Dunia Usaha
A A A
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi ke XVI, mendorong pemerataan dunia usaha. Rakernas tersebut akan diselenggarakan pada 27 Maret 2017.

Rakernas akan dihadiri sebanyak 1.500 pengurus dari 34 Badan Pengurus Daerah se-Indonesia dengan tema "Economic Revolution: berkeadilan dan berkelanjutan".

Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia mengatakan, jumlah pengusaha di Tanah Air masih sangat minim. Selain itu, celah antara pengusaha keturunan dan pengusaha pribumi melebar. "Gini ratio kita sangat tinggi sekali. Karena itu, perlu strategi kebijakan pemerintah untuk bisa memperkecil potensi-potensi ke sana," ujarnya di Jakarta, Jumat (24/3/2017).

Menurutnya, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia terus bertambah bahkan diperkirakan mencapai 56 juta pelaku usaha. Meski demikian, pelaku UMKM ini tidak mengalami peningkatan signifikan dari segi aset dan kapasitas usaha.

Sementara, usaha-usaha konglomerasi kian menggurita dan mengalami pertumbuhan aset yang memuaskan. "Ini yang membuat disparitas di dunia usaha kian jomplang. Ada yang kurang sehat di kebijakan dan struktur industri kita. Ada yang menikmati insentif, ada yang kena disinsentif. Ada regulasi yang akomodatif, ada yang tidak bagi si kecil," tuturnya.

Dia mengatakan, gejala tidak sehat tersebut dapat dilihat dari sulitnya usaha level menengah masuk ke jajaran usaha berukuran besar. "Dari puluhan juta usaha kecil yang ada, rata-rata usaha kecil mentoknya di menengah saja. Seperti ada kekuatan besar yang menghalangi dia naik ke atas," ungkap Bahlil.

Atas dasar itu, tidak mengherankan sejak reformasi digulirkan, hampir tidak terlihat konglomerasi atau usaha besar baru yang muncul. Di sisi lain, usaha-usaha besar tersebut terus menggurita dan menciptakan ekosistem dunia usaha yang tidak sehat dan menciptakan harga di pasar yang tidak bersaing bagi konsumen.

"Pemainnya ya itu-itu saja. Di tingkat produksi dia mendominasi, begitu juga distribusi, sampai pasar menciptakan harga kurang sehat," terangnya.

Hipmi mendukung penguatan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sesuai amanat Undang-Undang (UU) No 5 Tahun 1999. Penguatan KPPU diperlukan guna mencegah disparitas antara pelaku UMKM dan pengusaha besar yang terlalu besar di dalam dunai usaha.

"Disparitas antara pelaku UMKM hingga usaha besar di Tanah Air sangat besar. Pemerintah sudah menyadari hal ini dan Hipmi siap membantu pemerintah. Disparitas sebuah keniscayaan hidup tapi tidak baik kalau terlalu tinggi," kata Bahlil.

Ketua BPP Hipmi Bidang Organisasi, Anggawira mengatakan, di samping memberikan rekomendasi kepada pemerintah, Hipmi juga melakukan perbaikan-perbaikan yang berlanjutan.

"Kita apresiasi pemerintah yang mendorong pembangunan infrastruktur. Tapi di sisi lain, kita mengkritisi gini ratio yang melebar, adanya deindustrialisasi, dan juga konsep pembangunan dari desa yang kita lihat belum bisa berjalan maksimal. Kita masih melihat tingkat urbanisasi masih tinggi," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akbar Buchari Resmi...
Akbar Buchari Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum HIPMI Periode 2022-2025
Refleksi Peran Wirausaha...
Refleksi Peran Wirausaha Bangun Bangsa, HIPMI Dorong 10 Juni Jadi Hari Kewirausahaan Nasional
Bursa Calon Ketum HIPMI,...
Bursa Calon Ketum HIPMI, Akbar Buchori Dapat Dukungan dari Bobby Nasution
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
HIPMI Punya Pemimpin...
HIPMI Punya Pemimpin Baru, Begini Pesan Bahlil Lahadalia
Jelang Musdalub Hipmi...
Jelang Musdalub Hipmi DIY, Pendaftaran Calon Ketua Umum Dibuka
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp9.000, Kini Dibanderol Rp2,61 Juta per Gram
15 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Dibuka...
Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah ke Rp18.068, Tersengat Kabar Independensi BI
1 jam yang lalu
OSL Indonesia Bidik...
OSL Indonesia Bidik Antusiasme Investor Melalui Kompetisi Trading
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Lanjutkan...
IHSG Hari Ini Lanjutkan Penurunan, Dibuka Melemah ke 6.175
2 jam yang lalu
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Naik 5,6%, SIG Catat...
Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved