Rupiah Akan Coba Menguat Tipis
Rabu, 29 Maret 2017 - 08:40 WIB
Rupiah Akan Coba Menguat Tipis
A
A
A
JAKARTA - Kembali melemahnya laju dolar Amerika Serikat (USD) tampaknya sebagai penolong bagi rupiah yang sempat akan membentuk tren pelemahannya.
Perkiraan akan adanya pelemahan pun dapat terpatahkan oleh IHSG yang mampu bertahan dari pelemahannya. Pergerakan rupiah cenderung untuk mencoba kembali variatif menguat tipis.
"Tetap mencermati berbagai macam sentimen yang dapat merubah arah penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (29/3/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.332/USD dan resisten Rp13.268/USD.
Sementara, gagalnya pengajuan program layanan kesehatan dari pemerintahan Presiden Trump kepada DPR setelah banyak anggota senat yang menolak, terutama dari kubu Demokrat, membawa implikasi pada kembali melemahnya laju USD yang sempat menguat jelang pengajuan tersebut.
Dari dalam negeri, sentimen negatif dari masih rendahnya perolehan dana repatriasi Tax Amnesty tampaknya terimbangi oleh sentimen positif dari pernyataan Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang mengatakan bahwa pemerintah akan mengeluarkan kebijakan pemerataan ekonomi, dan salah satunya memberikan modal kepada rakyat guna mengurangi ketimpangan sosial.
Perkiraan akan adanya pelemahan pun dapat terpatahkan oleh IHSG yang mampu bertahan dari pelemahannya. Pergerakan rupiah cenderung untuk mencoba kembali variatif menguat tipis.
"Tetap mencermati berbagai macam sentimen yang dapat merubah arah penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (29/3/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.332/USD dan resisten Rp13.268/USD.
Sementara, gagalnya pengajuan program layanan kesehatan dari pemerintahan Presiden Trump kepada DPR setelah banyak anggota senat yang menolak, terutama dari kubu Demokrat, membawa implikasi pada kembali melemahnya laju USD yang sempat menguat jelang pengajuan tersebut.
Dari dalam negeri, sentimen negatif dari masih rendahnya perolehan dana repatriasi Tax Amnesty tampaknya terimbangi oleh sentimen positif dari pernyataan Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang mengatakan bahwa pemerintah akan mengeluarkan kebijakan pemerataan ekonomi, dan salah satunya memberikan modal kepada rakyat guna mengurangi ketimpangan sosial.
(ven)