Akhir Maret, Rupiah Terdepresiasi 5 Poin ke Rp13.321/USD
Jum'at, 31 Maret 2017 - 10:46 WIB
Akhir Maret, Rupiah Terdepresiasi 5 Poin ke Rp13.321/USD
A
A
A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir Maret ini, Jumat (31/3/2017) tercatat melemah. Rupiah di indeks Bloomberg, melemah 9 poin atau 0,07% ke Rp13.325.
Sebelumnya, pada penutupan Kamis kemarin, rupiah melemah 2 poin atau 0,02% ke Rp13.316 per USD. Dan sepanjang Kamis lalu, rupiah diperdagangkan di Rp13.310-Rp13.328 per USD.
Melemahnya rupiah juga terpantau di indeks Yahoo Finance pada Jumat ini, dengan turun 7 poin atau 0,05% menjadi Rp13.320 per USD. Kemarin, rupiah ditutup melemah 13 poin atau 0,09% ke Rp13.313.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, mata uang NKRI dibuka melemah ke level Rp13.320 per USD. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah hari ini dipatok Rp13.321 per USD alias terdepresiasi 5 poin dari posisi kemarin di Rp13.316 per USD.
Melemahnya rupiah terpukul menguatnya dolar AS karena data ekonomi Amerika yang solid. Melansir dari Reuters, Jumat (31/3), indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang rival utama, naik 0,1% menjadi 100,50.
Alhasil dolar pun menguat terhadap euro sebesar 0,1% menjadi USD1,0681 EUR. Euro tertekan selama pekan ini, selain karena Brexit juga data inflasi Jerman dan Spanyol yang melambat.
Sedangkan indeks USD dibuka hampir datar terhadap yen Jepang di level 111,98 yen. Hal ini karena data konsumen Jepang yang naik 0,2% pada Februari 2017. Meski demikian poundsterling justru naik tipis 0,2% menjadi USD1,2490 GBP karena perdagangan Inggris menguat dalam sepekan ini usai PM Inggris Theresa May resmi meneken proses Brexit.
Sebelumnya, pada penutupan Kamis kemarin, rupiah melemah 2 poin atau 0,02% ke Rp13.316 per USD. Dan sepanjang Kamis lalu, rupiah diperdagangkan di Rp13.310-Rp13.328 per USD.
Melemahnya rupiah juga terpantau di indeks Yahoo Finance pada Jumat ini, dengan turun 7 poin atau 0,05% menjadi Rp13.320 per USD. Kemarin, rupiah ditutup melemah 13 poin atau 0,09% ke Rp13.313.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, mata uang NKRI dibuka melemah ke level Rp13.320 per USD. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah hari ini dipatok Rp13.321 per USD alias terdepresiasi 5 poin dari posisi kemarin di Rp13.316 per USD.
Melemahnya rupiah terpukul menguatnya dolar AS karena data ekonomi Amerika yang solid. Melansir dari Reuters, Jumat (31/3), indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang rival utama, naik 0,1% menjadi 100,50.
Alhasil dolar pun menguat terhadap euro sebesar 0,1% menjadi USD1,0681 EUR. Euro tertekan selama pekan ini, selain karena Brexit juga data inflasi Jerman dan Spanyol yang melambat.
Sedangkan indeks USD dibuka hampir datar terhadap yen Jepang di level 111,98 yen. Hal ini karena data konsumen Jepang yang naik 0,2% pada Februari 2017. Meski demikian poundsterling justru naik tipis 0,2% menjadi USD1,2490 GBP karena perdagangan Inggris menguat dalam sepekan ini usai PM Inggris Theresa May resmi meneken proses Brexit.
(ven)