Kredit Perbankan Februari 2017 Capai Rp4.333 Triliun

Senin, 03 April 2017 - 21:10 WIB
Kredit Perbankan Februari...
Kredit Perbankan Februari 2017 Capai Rp4.333 Triliun
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, pada Februari 2017, kredit yang disalurkan perbankan sebesar Rp4.333,1 triliun atau tumbuh 8,4% (yoy) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,2% (yoy). Berdasarkan jenis penggunaan, akselerasi pertumbuhan kredit perbankan terjadi pada kredit modal kerja (KMK) maupun kredit investasi (KI).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, KMK tercatat sebesar Rp2.042,4 triliun atau tumbuh 11,8% (yoy) lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 8% (yoy).

"Sementara itu, pertumbuhan KI juga meningkat dari 9,3% (yoy) pada Januari 2017 menjadi 9,7% (yoy)," ujar Tirta di Jakarta, Senin (3/4/2017).

Menurutnya, peningkatan pertumbuhan KMK terutama terjadi di sektor industri pengolahan dan sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan yang masing masing tumbuh meningkat dari 1,2% dan 13,5% menjadi sebesar 8,2% dan 21,8%.

Sementara itu, akselerasi pertumbuhan Kl terutama terjadi pada sektor perdagangan, hotel-restoran dan sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan yang masing-masing tumbuh meningkat dari 10,9% dan 13,5% pada Januari 2017 menjadi 15,8% dan 15,9%.

Pertumbuhan kredit yang disalurkan bank umum untuk sektor UMKM pada February 2017 meningkat secara siginifikan. Posisi kredit UMKM yang disalurkan bank umum pada Februari 2017 tercatat Rp946,3 triliun atau tumbuh 29,8%, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh 8,5%.

"Kenaikan kredit pada UMKM terjadi Baik dalam bentuk modal kerja maupun investasi," ungkapnya.

Sedangkan berdasarkan skala usahanya, pertumbuhan kredit untuk skala menegah mendorong pertumbuhan kredit UMKM dengan pertumbuhan 50,3% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya meningkat 5,7%, disusul oleh kredit usaha kecil yang meningkat dari 12,4% menjadi 16,8% pada Februari 2017.

Sementara itu, kredit UMKM skala mikro tumbuh melambat dari 9,3% pada Januari 2017 menjadi 4,3%. Namun, kondisi berbeda terjadi pada kredit yang disalurkan pada sektor properti yang mengalami perlambatan pada Februari 2017.

Posisi kredit properti tercatat sebesar Rp706,2 triliun atau tumbuh 15,0%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 15,1%. Perlambatan pertumbuhan tersebut bersumber dari kredit yang disalurkan melalui KPR dan KPA serta real estat.

"KPR dan KPA tumbuh 7,4%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,3%," paparnya. Kredit real estat tumbuh melambat dari 21,5% menjadi 20,7 pada Februari 2017.

Meskipun demikian, perlambatan pertumbuhan kredit properti tersebut sedikit tertahan oleh pertumbuhan kredit konstruksi yang meningkat menjadi sebesar 27,0%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 25,2%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Ungkap Perusahaan...
BI Ungkap Perusahaan Terus Tingkatkan Utangnya ke Bank
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Sisa 2024 Tetap Berada di Kisaran 10-12 Persen
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank Naik di Agustus 2023, BI Ungkap Penyebabnya
Penurunan Bunga Kredit...
Penurunan Bunga Kredit Bank Lamban, BI Bersiap Lakukan Ini
BI Ungkap Banyak Rumah...
BI Ungkap Banyak Rumah Tangga Ogah Tambah Utang dari Bank
Permintaan Utang Bank...
Permintaan Utang Bank Masih Loyo, Bos BI Beberkan Alasannya
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
32 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
56 menit yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
11 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved