Trump Sebut Indonesia Curang dalam Perdagangan, Ini Penjelasan Kedubes AS

Rabu, 05 April 2017 - 15:42 WIB
Trump Sebut Indonesia...
Trump Sebut Indonesia Curang dalam Perdagangan, Ini Penjelasan Kedubes AS
A A A
JAKARTA - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta memberikan penjelasan mengenai perintah eksekutif terbaru yang dirilis oleh Presiden AS Donald Trump. Perintah eksekutif mengenai perdagangan tersebut turut menyeret nama Indonesia.

Trump dalam perintah eksekekutifnya, memerintahkan untuk menyelidiki negara-negara mitra dagang yang dianggap penyebab perdagangan Negeri Paman Sam menjadi defisit. Ada 16 negara yang dituding: China, Jepang, Jerman, Meksiko, Irlandia, Vietnam, Italia, Korea Selatan, Malaysia, India, Thailand, Prancis, Swiss, Taiwan, Kanada dan Indonesia.

Wakil Duta Besar AS di Jakarta, Brian McFeeters menyatakan perintah eksekutif ini hanyalah kelanjutan dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah AS. Tujuannya dari perintah eksekutif ini adalah untuk menghapus hambatan perdagangan antara AS dan ke-16 negara itu, termasuk Indonesia.

Baca: Trump Anggap Indonesia Curang dalam Perdagangan, BI Angkat Bicara

"Itu kelanjutan dari kebijakan kami. Kami selalu melihat kesempatan maksimal perdagangan kami. Untuk menurunkan hambatan perdagangan dari kedua arah. Perintah eksekutif pada dasarnya mengatakan lihat itu (hambatan) dengan sangat hati-hati. Apa itu hambatan perdagangan? untuk menjaga produk AS tidak keluar dari pasar tertentu. Dan bagaimana kita bisa mengatasi itu, itu yang sedang kita kerjakan," ucap McFeeters.

McFeeters melanjutkan hal ini seharusnya tidak harus memiliki dampak negatif bagi hubungan kedua negara. "Ini harus menjadi positif dalam arti membuka, atau melihat diluar tembok penghadang. Kami membuka beberap, ketika Anda memiliki beberapa nilai perdagangan yang lebih," terangnya pada Rabu (5/4/2017).
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sama-sama Kontraksi,...
Sama-sama Kontraksi, Indonesia-Filipina Cari Jalan Keluar Bareng
Ada Jaipong, Bos BI...
Ada Jaipong, Bos BI Pede Perdagangan RI dan Jepang Makin Moncer
Kemendag dan KBRI Canberra...
Kemendag dan KBRI Canberra Dorong Kerja Sama Perdagangan Bilateral
Bos BI Perry Warjiyo...
Bos BI Perry Warjiyo Beberkan 5 Keuntungan JAIPONG
RI Sukses Rebut Pasar...
RI Sukses Rebut Pasar China di AS, Bikin Neraca Dagang Surplus Terus
Donald Trump Kunjungi...
Donald Trump Kunjungi Arab Saudi, Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Keamanan
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
26 menit yang lalu
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
40 menit yang lalu
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
1 jam yang lalu
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
1 jam yang lalu
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
11 jam yang lalu
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
11 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved