Serangan AS ke Suriah: Wall Street Melemah, Dolar Perkasa

Sabtu, 08 April 2017 - 07:40 WIB
Serangan AS ke Suriah:...
Serangan AS ke Suriah: Wall Street Melemah, Dolar Perkasa
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat (7/4) jatuh, setelah investor bergulat dengan laporan pekerjaan AS yang lemah, serangan udara ke Suriah, dan komentar dari Federal Reserve yang akan memangkas neraca bank sentral.

Melansir dari CNBC, Sabtu (8/4/2017), berbicara di Princeton Club di New York, Presiden The Fed New York William Dudley mengatakan, AS harus mempertimbangkan penyesuaian kecil atas hukum Dodd-Frank, untuk mengawasi lembaga keuangan. Dudley menambahkan The Fed berencana menormalkan neraca bank sentral sebesar USD4,5 triliun.

Adapun data tenaga kerja AS pada Maret lalu hanya bertambah 98.000, jauh lebih rendah dibanding perkiraan sebesar 180.000 orang. Meski demikian, mengutip dari Reuters, Sabtu (8/4), tingkat pengangguran turun menjadi 4,5% dibanding posisi Februari sebanyak 4,7%. Dan tingkat upah naik sebesar 2,7%.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 6,85 poin atau 0,03% ke level 20.656,10, dimana saham Wal-Mart memimpin penguatan. Indeks S& P 500 tergelincir 1,95 point atau 0,08% ke posisi 2.355,54, dimana enam sektor saham mengalami pelemahan dan Nasdaq turun 1,14 poin atau 0,02% ke level 5.877,81.

“Kita begitu banyak dikejutkan pada hari ini, jumlah tenaga kerja (melemah) yang tentu mengejutkan dan serangan udara AS ke Suriah. Orang-orang mencoba untuk mencari tahu apa artinya,” kata Rick Meckler, presiden perusahaan investasi LibertyView Capital Management di Jersey City, New Jersey.

Sementara itu, dolar Amerika Serikat naik 0,48% terhadap sekeranjang mata uang, dengan menguat terhadap euro menjadi USD1,059 EUR dan terhadap yen sekitar 111,21.

“Setiap kali ada acara internasional, investor memilih langkah keselamatan dengan dolar dipandang sebagai safe haven,” ujar Minh Trang, pedagang valuta asing di Silicon Valley Bank. “Itu sebabnya, meski jumlah pekerjaan di AS cukup buruk saat ini, tapi faktor internasional (serangan ke Suriah) membawa dolar terus melangkah”.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Resesi: Harga...
Amerika Resesi: Harga Minyak, Kurs Dolar, dan Wall Street Amburadul
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Kekhawatiran Inflasi...
Kekhawatiran Inflasi Mereda, Wall Street Ditutup Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Dapat Angin dari Pernyataan...
Dapat Angin dari Pernyataan The Fed, Rupiah Diprediksi Menguat
Berita Terkini
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
30 menit yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
44 menit yang lalu
Kilau Emas Antam Meredup,...
Kilau Emas Antam Meredup, Hari Ini Turun Lagi Rp20.000 per Gram
1 jam yang lalu
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
1 jam yang lalu
Dibuka Menguat 0,33%,...
Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
1 jam yang lalu
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved