IHSG Diprediksi Tertekan, Cermati Lima Saham Ini
Selasa, 11 April 2017 - 08:08 WIB
IHSG Diprediksi Tertekan, Cermati Lima Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi oleh Analis Reliance Securities Lanjar Nafi akan bergerak mixed tertekan dengan range pergerakan 5.610-5.680. Menurutnya bursa saham Tanah Air kembali menguji support kuat sejak awal Maret 2017 yakni Moving Average 7 days yang sekarang berada di level 5.640 secara teknikal.
Formasi bearish butterfly harmonic pattern menghantui pergerakan IHSG secara medium dimana support MA7 dan MA25 sebagai konfirmasinya. "Indikator stochastic dan RSI pun cenderung memberikan signal distribusi melihat kondisi IHSG yang telah jenuh beli," ujarnya di Jakarta, Selasa (11/4/2017).
(Baca Juga: IHSG Berakhir ke Zona Merah, Bursa Asia Mixed )
Sementara kemarin, IHSG ditutup turun 9,19 poin sebesar -0,16% dilevel 5.644,3 dengan volume perdagangan yang moderate. Indeks sektor pertanian menjadi penekan dengan melemah 1,72% disusul indeks sektor properti yang turun 1,18% pada perdagangan.
Data penjualan eceran yang mencerminkan daya beli masyarakat ritel dalam negeri jauh dibawah ekspektasi turun dilevel 3,7% dari 6,3% yang merupakan level terendah sejak tahun 2015 dengan ekspektasi naik naik 6,5% menjadi salah satu alasan investor melakukan aksi jual diawal pekan.
"Investor domestik melakukan aksi jual pada perdagangan hari ini sedangkan Investor asing masih tercatat net buy cukup tinggi sebesar Rp896,65 miliar," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII), PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA), PT Timah (Persero) Tbk. (TINS), dan Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA).
Formasi bearish butterfly harmonic pattern menghantui pergerakan IHSG secara medium dimana support MA7 dan MA25 sebagai konfirmasinya. "Indikator stochastic dan RSI pun cenderung memberikan signal distribusi melihat kondisi IHSG yang telah jenuh beli," ujarnya di Jakarta, Selasa (11/4/2017).
(Baca Juga: IHSG Berakhir ke Zona Merah, Bursa Asia Mixed )
Sementara kemarin, IHSG ditutup turun 9,19 poin sebesar -0,16% dilevel 5.644,3 dengan volume perdagangan yang moderate. Indeks sektor pertanian menjadi penekan dengan melemah 1,72% disusul indeks sektor properti yang turun 1,18% pada perdagangan.
Data penjualan eceran yang mencerminkan daya beli masyarakat ritel dalam negeri jauh dibawah ekspektasi turun dilevel 3,7% dari 6,3% yang merupakan level terendah sejak tahun 2015 dengan ekspektasi naik naik 6,5% menjadi salah satu alasan investor melakukan aksi jual diawal pekan.
"Investor domestik melakukan aksi jual pada perdagangan hari ini sedangkan Investor asing masih tercatat net buy cukup tinggi sebesar Rp896,65 miliar," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII), PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA), PT Timah (Persero) Tbk. (TINS), dan Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA).
(akr)
Lihat Juga :