Pengembang: DP Rumah 0% Bukan Masalah Rumit

Selasa, 11 April 2017 - 17:49 WIB
Pengembang: DP Rumah...
Pengembang: DP Rumah 0% Bukan Masalah Rumit
A A A
JAKARTA - Kalangan pelaku usaha properti memberi dukungan terhadap program kerja perumahan rakyat yang akan dilakukan pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Pasangan ini dinilai memberi perhatian serius terhadap sektor perumahan dan permukiman di Ibu Kota.

Hal itu dibuktikan dari berbagai program yang ditawarkan, mulai dari program pembiayaan perumahan berupa uang muka (down payment/DP) nol persen (0%), hingga mengaktifkan kembali program kampung deret serta menginisiasi pendirian Bank Tanah.

Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Endang Kawidjaja mengungkapkan, dengan uang muka rumah subsidi yang sudah 1%, sangat mudah untuk dijadikan 0%.

"Dari 1% ke nol persen itu tipis sekali, apa sulitnya? Tinggal kemauan dan kekuatan dari pemerintah, saya yakin program ini bisa jalan. Kami sudah hitung-hitung secara matematika program nol persen ini bukan hal mustahil, dan perangkatnya juga sudah jelas," jelas Endang di Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Selain subsidi dari pemerintah yang 1%, perangkat lain yang sudah siap, melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Di mana badan tersebut memiliki program pinjaman uang muka dengan bunga hanya 3% berlaku flat. Maksimum pinjaman untuk DP ini bisa mencapai Rp50 juta.
Menurutnya, BPJS tidak minta agunan apapun, kecuali syarat keanggotaan. DP 0% atau warga membeli rumah tanpa uang muka juga bisa diterapkan dengan pola sewa-beli terutama untuk rumah susun. Istilahnya rumah susun sederhana sewa beli atau Rusunawali.

Endang mengungkapkan, Apersi sudah mengusulkan kepada pemerintah agar pola ini bisa direalisasikan secepatnya, sehingga meringankan masyarakat berpenghasilan rendah untuk menjangkau kepemilikan rumah.

Lewat pola ini, masyarakat berpenghasilan maksimal Rp7 juta per bulan dapat langsung menghuni unit dan membayar sewa bulanan selama dua tahun yang dinilai sebagai uang muka.
Ditambah biaya-biaya awal dan bunga kepada pemberi talangan. Sedangkan yang bisa menjadi pemberi talangan adalah BPJS, yang memberi talangan kepada anggotanya.

"Kalau rusunawa yang dibangun Pemprov DKI sebagian dialihkan jadi pola sewa-beli, maka dana talangan BPJS untuk anggotanya tadi selanjutnya bisa digunakan untuk membangun lebih banyak rusunawa maupun rusunawali," ujar Endang.

Pengusaha properti, Alwi Bagir Mulachela mengatakan, program pembiayaan DP 0% sebenarnya satu terobosan inovatif dari calon kepala daerah yang peduli dan berpihak kepada rakyat berpenghasilan rendah, sehingga perlu didukung.

Meski ramai menjadi perdebatan publik, namun pengembang senior ini menegaskan bahwa program DP 0% sangat mungkin dilakukan. Program seperti ini lumrah dilakukan pada bisnis properti swasta yang membangun rumah komersial.

Apalagi untuk rumah subsidi, tentunya sangat mungkin dilakukan asal ada keberpihakan kepada rakyat. Saat ini, uang muka rumah subsidi dari pemerintah sudah 1%, sehingga tidak sulit kalau dijadikan 0%.

"Rumus yang paling mudah, harga rumah ditambahkan inflasi terus dibagi lama cicilan 10 tahun, selesai enggak perlu DP. Pemerintah tidak bisa berpikir komersil terus, tapi tunjukkan keberpihakan kepada rakyat. Ini tinggal persoalan mau atau tidak, itu saja. Kalau mau, pasti jalan," kata Alwi.

Dewan Pakar Anies-Sandi, Adhamaski Pangeran mengatakan, masukan dan saran dari pelaku usaha, pengamat, aktivis serta penggiat di bidang perumahan dan permukiman sangat dibutuhkan untuk memperkuat komitmen pasangan Anies-Sandi terhadap program rumah rakyat.

"Terutama program DP 0% perlu didukung persiapan matang karena kami berencana membangun Badan Layanan Umum (BLU) Perumahan sebagai bentuk keseriusan pasangan calon Anies-Sandi dalam pelayanan hunian terjangkau kepada seluruh rakyat Jakarta," ujar alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Arkeolog Pecahkan Misteri...
Arkeolog Pecahkan Misteri Kutukan Firaun, Ternyata Bukan Sihir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved